Olahan Mokav, Karya Wirausaha Muda yang Dipromosikan di Sumenep Heritage Culinary Festival 2019 – Jejak

logo

Olahan Mokav, Karya Wirausaha Muda yang Dipromosikan di Sumenep Heritage Culinary Festival 2019

Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:07 WIB

5 tahun yang lalu

Stan bazar kuliner Wirausaha Muda Sumenep (WMS) di Heritage Culinary Festival 2019 (Foto/Mazdon)

JEJAK.CO-Berseragam kaos warna pink celana gelap, 8 pemudi yang tergabung dalam Wirausaha Muda Sumenep (WMS) turut menyemarakkan Sumenep Heritage Culinary Festival 2019.

Sejumlah produk kuliner hasil karya wirausaha muda dipamerkan di stand bazar yang berlokasi di sebelah timur Taman Bunga (TB).

Pada saat peresmian festival kuliner yang diramaikan dengan penampilan topeng dhalang remaja, Sabtu malam (12/10/2019), tampak raut wajah mereka masih berseri saat ditemui oleh Jejak.co di stand bazar kuliner.

Nafisah Afra Nada (19) mewakili teman-temannya, tampil semangat saat ditanya apa saja yang diusung ke festival kuliner akbar ini.

Ia beberkan dagangannya satu persatu. “Yang diproduksi, itu ada ubi crispy, Mas. Ada tahu molotot, ada olahan mokav,” katanya.

Nada, akrab disapa, lalu menjelaskan bahwa olahan mokav tersebut terbuat dari tepung singkong, “olahan mokav ini yang baru ada di Sumenep, dan itu WMS yang baru ngadain,” katanya bangga.

Sejumlah pemuda yang tergabung di wirausaha muda Sumenep foto bersama sekaligus menunjukkan produknya (Foto/Mazdon)


Selanjutnya Nada mengungkapkan bahwa olahan mokav yang terbuat dari tepung singkong itu dapat diolah lagi menjadi brownies mokav dan kistek mokav.

Nada lalu menyebutkan beberapa olahan lain, di antaranya adalah olahan jamur, lele, roti kue, dan makanan lainnya.

“Ini di belakang kita ini udah ada cafe, Mas. Cafe tempat ngopinya WMS,” katanya sambil menunjuk lokasi tempat mereka memproduksi kuliner khas WMS. Stand mereka terletak tepat di depan markas Kachonk Mania, sebelah timur Mall Pelayanan Publik (MPP) Sumenep.

“Jadi, buat yang mau dateng, boleh banget, Mas,” ajaknya sebelum mengakhiri pembicaraan.

Nada berharap semoga para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam WMS ke depan lebih kompak lagi, “buat bisa lebih berkembang lagi. Pas mau online, pas di cafe juga ada WMS, cafenya sudah buka,” pungkasnya semangat.

Penulis : Mazdon
Editor   : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya