JEJAK.CO, Sumenep — Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep memperingati Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HKIN) 2026 dengan menggandeng insan pers, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang dikemas dengan media gathering berlangsung di kantor KI Sumenep itu, menjadi ruang temu antara komisioner dan wartawan untuk memperkuat sinergi dalam mendorong keterbukaan informasi publik.
Ketua KI Sumenep, Moh Rifai, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin oleh negara melalui badan publik. Dalam konteks itu, kata dia, KI dan pers memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kualitas demokrasi.
“KI itu penjaga pintu keterbukaan, sementara pers adalah penyampai isi di balik pintu itu ke masyarakat,” ujar Rifai.
Menurutnya, baik KI maupun pers sama-sama menjalankan fungsi pengawasan atau kontrol sosial. KI berperan memastikan badan publik patuh terhadap prinsip keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Sementara pers menjalankan fungsi pengawasan melalui pemberitaan, investigasi, dan kritik terhadap kebijakan maupun praktik kekuasaan.
Lebih jauh, Rifai menjelaskan bahwa kolaborasi keduanya juga menjadi kunci dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas. Dengan keterbukaan informasi yang terjaga, masyarakat memiliki akses yang cukup untuk menilai kinerja pemerintah dan lembaga publik.
“Tanpa keterbukaan, publik tidak bisa mengawasi. Dan tanpa pers, informasi yang terbuka pun belum tentu sampai atau dipahami secara utuh oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam sistem demokrasi yang sehat, KI dan pers tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Keduanya merupakan bagian dari ekosistem yang saling menguatkan—KI membuka akses, pers menyebarluaskan sekaligus menguji informasi tersebut di ruang publik.
Dia kemudian berharap, KI Sumenep berharap sinergi dengan media terus diperkuat, tidak hanya dalam seremoni, tetapi juga dalam praktik sehari-hari.
“Dengan demikian, semangat keterbukaan informasi tidak berhenti pada slogan, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (har)











