JEJAK.CO, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatatkan tren kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang konsisten dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumenep 2026, capaian IPM daerah berlambang kuda terbang ini terus merangkak naik hingga menyentuh angka 69,78 pada tahun 2024.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengungkapkan bahwa akselerasi ini merupakan buah dari komitmen pemkab dalam memperluas jangkauan layanan dasar.
“Pertumbuhan ini membuktikan efektivitas program prioritas pamerintah daerah.” ujar Arif
Data Bappeda merinci, IPM Sumenep berada di angka 67,15 pada tahun 2020. Angka tersebut berturut-turut naik menjadi 67,74 pada 2021, lalu mencapai 68,49 pada 2022, hingga melonjak ke posisi 69,13 pada 2023, dan ditutup kokoh di angka 69,78 pada 2024.
“Data BPS terbaru, IPM Sumenep tahun 2025 naik menjadi 70,54, masuk kategori tinggi,” imbuh Arif.
Meskipun menunjukkan tren positif, Arif mengakui posisi IPM Sumenep secara umum masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur (75,35) serta Nasional (75,02).
Menurutnya, keterbatasan infrastruktur di wilayah kepulauan menjadi tantangan paling serius dalam pemerataan pembangunan manusia.
Menyiasati kendala geografis tersebut, Arif membeberkan strategi intervensi pemkab melalui pendekatan Holistik-Tematik, Integratif, dan Spasial dalam RKPD 2026.
Fokus utama diarahkan pada pembangunan sarana prasarana pendidikan dan pemenuhan mutu layanan kesehatan di area terpencil.
Selain sektor kesehatan dan pendidikan, optimalisasi potensi lokal seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata juga terus digenjot. Sektor ekonomi ini diintegrasikan dengan program pemberdayaan kapasitas masyarakat agar kontribusinya berdampak nyata pada standar hidup layak warga Sumenep.
Arif optimistis melalui penguatan sinkronisasi anggaran dan kerja keras lintas sektor, target kenaikan kelas IPM Sumenep akan tercapai lebih cepat. (har)











