Bappeda Sumenep Dorong Desa Wisata Jadi Penggerak Ekonomi Warga – Jejak

logo

Bappeda Sumenep Dorong Desa Wisata Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Senin, 14 September 2026 - 12:17 WIB

1 jam yang lalu

Salah satu destinasi desa wisata yang ada di Sumenep (Foto/ist.)

JEJAK.CO, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin pengembangan desa wisata tidak berhenti pada pembangunan destinasi. Keberadaan desa wisata diharapkan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Arif Firmanto mengatakan pengembangan pariwisata perlu dikaitkan dengan sektor ekonomi lainnya.

Wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya menikmati objek wisata, tetapi juga berbelanja dan menggunakan jasa masyarakat setempat.

“Desa wisata harus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Jangan sampai hanya menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi tidak memberikan nilai tambah bagi warga,” kata Arif.

Menurut dia, potensi desa di Sumenep cukup beragam. Selain destinasi wisata, desa memiliki produk UMKM, kuliner, kerajinan, pertanian, perikanan hingga potensi ekonomi kreatif.

Potensi tersebut perlu dikembangkan secara terpadu. Dengan begitu, aktivitas wisata dapat menciptakan rantai ekonomi baru di tingkat desa.

Arif mengatakan pengembangan desa wisata juga perlu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas yang menangani pariwisata tidak bisa bekerja sendiri.

Pengembangan destinasi harus terhubung dengan sektor UMKM, perdagangan, perhubungan, pertanian, perikanan, infrastruktur dan ekonomi kreatif. Keterhubungan antarsektor tersebut diperlukan agar manfaat ekonomi dari kunjungan wisata dapat dirasakan lebih luas.

Bappeda, kata Arif, memiliki peran dalam memastikan program antar-OPD berjalan dalam satu arah. Perencanaan pembangunan perlu melihat potensi desa secara utuh, termasuk peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.

“Yang kita bangun bukan hanya destinasi, tetapi ekosistem ekonominya,” ujarnya.

Menurut Arif, infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata. Akses jalan, transportasi, jaringan komunikasi dan fasilitas pendukung akan memengaruhi kenyamanan wisatawan sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, masyarakat desa perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan. Warga setempat dinilai paling memahami potensi dan persoalan di wilayahnya.

Pelaku UMKM juga perlu disiapkan agar mampu menangkap peluang dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Produk lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata, mulai dari kuliner hingga oleh-oleh khas daerah.

Arif berharap desa wisata nantinya tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan. Ukuran keberhasilan juga perlu dilihat dari tumbuhnya usaha masyarakat, terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan warga.

Dengan pendekatan tersebut, pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Sumenep. Desa tidak hanya menjadi tempat tujuan wisata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa banyak orang datang, tetapi sejauh mana kunjungan itu memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Arif. (har/*)


Baca Lainnya