JEJAK.CO — Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin menerima kunjungan pimpinan Universitas Wiraraja (UNIJA) bersama Keluarga Besar Alumni (KBA) di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi antara kampus, alumni, dan pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi pembangunan di Kabupaten Sumenep.
Dalam pertemuan itu, Zainal Arifin menyampaikan sikap terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan kalangan akademisi dan alumni. Ia menilai kontribusi perguruan tinggi sangat penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di Madura.
“Kami terbuka untuk kolaborasi. Masukan dari akademisi dan praktisi penting agar produk hukum yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujarnya politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dia menegaskan, DPRD Sumenep saat ini tengah fokus pada pembenahan tata kelola aset daerah serta penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan kampus dan alumni akan memperkaya perspektif dalam penyusunan kebijakan publik yang lebih responsif.
Pertemuan ini turut menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut. Di antaranya, agenda audiensi KBA UNIJA Madura dengan komisi-komisi di DPRD serta persiapan Reuni Akbar 40 Tahun UNIJA yang akan dirangkai dengan kegiatan pengabdian masyarakat.
Wakil Rektor III UNIJA Madura, Nurdody Zakki menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pimpinan legislatif. Ia menegaskan komitmen kampus untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pencetakan SDM unggul dan berjiwa entrepreneur.
“Silaturahmi ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk bersinergi. Kami tidak hanya fokus pada pendidikan di dalam kampus, tetapi juga bagaimana alumni dan civitas academica dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumenep,” katanya.
Sementara itu, Ketua KBA UNIJA Madura, Winanto menegaskan kesiapan alumni menjadi penghubung strategis antara kampus dan pemerintah daerah. Ia menyebut potensi alumni yang tersebar di berbagai sektor perlu dipetakan dan dioptimalkan.
“Kami memiliki sumber daya alumni yang luar biasa, mulai dari birokrat, akademisi, hingga pengusaha. Potensi ini perlu disinergikan untuk mendukung pembangunan daerah, baik melalui pendampingan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, maupun kontribusi dalam perumusan kebijakan,” tandasnya. (har)











