JEJAK.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep telah menerima dua berkas pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Sumenep, yakni Achmad Fauzi Wangsojudo-Kiai Imam Hasyim (Faham) dan Kiai Ali Fikri-Kiai Unais Ali Hisyam (Final), Kamis (29/8/2024).
Ketua KPU Sumenep Nurussyamsi mengatakan, setelah menerima dua bakal calon bupati dan wakil bupati, tahapan berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan. Cek kesehatan bagi pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Sumenep dimulai sejak 29 Agustus sampai 01 September 2024.
“Pemeriksaan kesehatan bagi dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Surabaya,” kata Nurussyamsi.
Hasil pemeriksaan kesehatan bagi kedua bakal calon bupati dan wakil bupati akan diterima KPU pada tanggal 2 September. Oleh karen itu, tim dari masing-masing pasangan calon diharap terus berkoordinasi dengan pihak KPU Divisi Teknik dan Penyelenggara, Abdul Aziz yang bertugas melakukan pemeriksaan data.
Selain pemeriksaan kesehatan, tahapan lain yang akan dilakukan KPU Sumenep adalah verifikasi administrasi bakal calon sebelum ditetapkan menjadi calon bupati dan calon wakil bupati. Poin penting yang harus diteliti, yakni syarat pencalonan dan syarat calon. “Setelah ini, tim yang mengurusi pencalonan dan syarat calon diharap selalu berkoordinasi agar nanti mendapatkan tanda terima berkas dan berita acara,” ungkap dia, menjelaskan.
Diketahui, pasangan calon Achmad Fauzi-Imam Hasyim (Faham) mendaftar ke KPU sekira pukul 10.00 WIB. Pasangan Faham diusung sembilan partai politik parlemen. Antara lain, PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, NasDem, Demokrat, Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Nasional (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Petahana ini juga mendapat dukungam partai politik non parlemen, yakni Golkar.
Sedangkan pasangan Kiai Ali Fikri-Kiai Unais Ali Hisyam (Final) datang ke KPU Sumenep pada pukul 14.00 WIB. Paslon i ini diusung oleh Partai Persatuan, dan Pembangunan (PPP) serta didukung partai non parlemen, yakni Partai Gelora, Partai Umat, PSI, Perindo, Partai Garuda dan Partai Buruh. (rei)











