Bappeda Sumenep Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Anak Muda Hadapi Bonus Demografi – Jejak

logo

Bappeda Sumenep Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Anak Muda Hadapi Bonus Demografi

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:23 WIB

3 jam yang lalu

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, ASEAN Eng.

JEJAK.CO, Sumenep – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep memetakan potensi ekonomi kreatif di kalangan generasi muda sebagai bagian dari strategi menghadapi bonus demografi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, ASEAN Eng., menilai, meningkatnya jumlah penduduk usia produktif harus diikuti dengan kebijakan yang mampu membuka ruang usaha dan mendorong lahirnya pelaku ekonomi baru. Tanpa perencanaan yang tepat, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban pembangunan.

Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang berkembang di kalangan anak muda. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian di antaranya teknologi informasi, industri kuliner, kerajinan, fashion, hingga seni dan budaya yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Sumenep.

Kata Arif, pemerintah daerah tidak cukup hanya menyusun regulasi, tetapi juga harus menciptakan ekosistem yang mampu mendorong kreativitas generasi muda. Dukungan tersebut diperlukan agar inovasi yang lahir dari masyarakat dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi.

“Anak-anak muda di Sumenep jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku utama melalui kreativitas dan inovasi yang dimiliki,” kata Arif.

Ia menilai bonus demografi merupakan peluang besar bagi daerah apabila kelompok usia produktif memiliki kompetensi, akses permodalan, serta ruang untuk mengembangkan usaha. Sebaliknya, apabila kesempatan kerja tidak bertambah, peningkatan jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.

Karena itu, Bappeda menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu instrumen untuk memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi berbasis potensi lokal. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menekan urbanisasi dengan menghadirkan peluang usaha yang layak di daerah.

Arif mengatakan pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya difokuskan di wilayah daratan, tetapi juga menjangkau kawasan kepulauan. Setiap wilayah dinilai memiliki karakteristik dan sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif berbasis komunitas.

Menurut dia, keterlibatan generasi muda akan menjadi salah satu faktor penentu arah pembangunan daerah di tengah perubahan teknologi dan ekonomi yang berlangsung cepat. “Investasi terbaik bagi daerah adalah memberi kesempatan kepada pemuda untuk berkreasi dan membangun daerahnya sendiri,” ujarnya. (har)


Baca Lainnya