SUMENEP, Jejak.co – Bappeda Sumenep mengkaji pengembangan energi listrik berbasis tenaga surya untuk mengurangi ketergantungan wilayah kepulauan terhadap bahan bakar minyak.
Kajian tersebut menjadi bagian dari pemetaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K) bersama Kementerian PPN/Bappenas dan PT PLN. Pulau Gili Raja dan Kangean menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian dalam pembahasan kebutuhan energi.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, pemetaan WP3K diperlukan untuk mengidentifikasi potensi dan persoalan wilayah kepulauan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Pemetaan dilakukan melalui kunjungan lapangan pada 3–4 September 2026. Tim meninjau sejumlah sektor, mulai infrastruktur, pelayanan dasar, hingga kebutuhan energi masyarakat.
“Potensi dan kebutuhan wilayah kepulauan harus terpetakan dengan baik. Hasil pemetaan nanti akan menjadi bahan penyusunan kebijakan pengembangan WP3K,” kata Arif.
Salah satu pembahasan ialah peluang konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis baterai. Skema ini dikaji sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan BBM dan menekan biaya produksi listrik.
Menurut Arif, kebutuhan energi merupakan salah satu aspek yang harus diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan kawasan kepulauan. Karena itu, hasil kajian akan dikawal agar selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Kami akan terus mengawal hasil kajian agar dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” terangnya. (har)











