Bupati Sumenep Apresiasi DPRD Tuntaskan Pembahasan APBD 2027 – Jejak

logo

Bupati Sumenep Apresiasi DPRD Tuntaskan Pembahasan APBD 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:55 WIB

5 menit yang lalu

Rapat Paripurna Pengesahan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 (Foto/Ist.)

SUMENEP, Jejak.co – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD yang telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat membacakan sambutan Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada rapat paripurna DPRD Sumenep dalam rangka persetujuan Raperda APBD 2027, Kamis (22/10/2028).

Menurut dia, saran dan harapan yang disampaikan anggota DPRD selama pembahasan menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah untuk menyempurnakan penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan anggaran.

“Selanjutnya saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRD yang telah bekerja keras dalam mencermati, membahas, hingga mengesahkan rancangan APBD Tahun Anggaran 2027,” kata KH. Imam Hasyim saat membacakan sambutan Bupati Fauzi.

Ia mengatakan, berbagai masukan dari DPRD tidak hanya bermanfaat untuk pelaksanaan anggaran pada 2027, tetapi juga dapat menjadi bahan acuan dalam penyusunan APBD pada tahun berikutnya.

Pemerintah daerah berharap masukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola anggaran daerah, sehingga penyusunan dan pelaksanaannya dapat berjalan lebih baik.

Pembahasan RAPBD 2027 merupakan bagian dari proses penyusunan anggaran daerah untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sumenep.

Setelah mendapat persetujuan bersama dalam rapat paripurna, Raperda APBD selanjutnya mengikuti tahapan evaluasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Untuk diketahui, RAPBD Sumenep 2027 merencanakan pendapatan sebesar Rp 2,12 triliun dan belanja Rp 2,26 triliun, sehingga mengalami defisit Rp 140,24 miliar. Defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan netto dengan penerimaan pembiayaan Rp 165,24 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 25 miliar. (har)


Baca Lainnya