JEJAK.CO, Sumenep — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendorong agar program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang kerja.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi, menekankan pentingnya efektivitas program pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) pada tahun anggaran 2026. Ia mengingatkan agar pelatihan tidak berhenti sebatas kegiatan formal, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi peserta.
“Program pelatihan seperti menjahit dan tata rias seharusnya mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Masdawi, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, pelatihan kerja perlu dirancang berkelanjutan agar tidak berakhir tanpa tindak lanjut. Ia menilai, selama ini masih banyak peserta pelatihan yang belum dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh karena keterbatasan sarana dan akses kerja.
Masdawi juga menyoroti durasi pelatihan yang relatif singkat. Dengan waktu yang terbatas, ia menilai hasil pelatihan harus dimaksimalkan agar benar-benar memberikan manfaat. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan porsi praktik dibandingkan teori.
“Kalau ingin menghasilkan tenaga kerja yang terampil, seharusnya praktik lebih banyak, sekitar 70 persen, sementara teori cukup 30 persen,” katanya.
Selain itu, politisi Demokrat itu mengungkapkan bahwa banyak peserta pelatihan tidak memiliki peralatan kerja di rumah, sehingga keterampilan yang diperoleh sulit diterapkan. Minimnya kemitraan dengan pelaku usaha, seperti penjahit atau perias, juga dinilai menjadi kendala dalam penyerapan tenaga kerja.
“Kalau peserta sudah punya alat, kita tinggal mengarahkan dan meningkatkan kemampuannya. Tapi sekarang banyak yang tidak punya alat, juga tidak ada kemitraan dengan pelaku usaha,” ucapnya.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan Sumenep memastikan bahwa program pelatihan yang dijalankan telah dirancang berbasis kompetensi dan mengacu pada standar nasional.
Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Hubungan Industrial Disnaker Sumenep, Eko Ferryanto, menjelaskan bahwa setiap peserta akan mengikuti uji kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi setelah menyelesaikan pelatihan.
“Peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat pelatihan, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui,” kata Eko, Rabu (9/4/2026).
Disnaker Sumenep tahun ini menyiapkan delapan paket pelatihan yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan. Jenis pelatihan tersebut meliputi keamanan (security), tata boga, tata rias, multimedia, menjahit, serta las listrik.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja di Sumenep. (har)











