Monumental, Pj Kades Masakambing Bangun Tugu Burung Kakatua Setinggi 4,6 Meter – Jejak

logo

Monumental, Pj Kades Masakambing Bangun Tugu Burung Kakatua Setinggi 4,6 Meter

Sabtu, 1 Juli 2023 - 12:11 WIB

8 bulan yang lalu

Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman dan Pj Kades Masakambing, Ainul Yakin meresmikan Tugu burung kakatua (Foto/Jejak.co)

JEJAK.CO, Sumenep – Pemerintah Desa Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura,Jawa Timur membangun tugu burung kakatua. Tugu burung kakatua ini berupa relief dan semi patung, dengan tinggi 4,6 meter.

Bangun monumental itu berada di Dusun Ketapang, Desa Masakambing. Lokasi itu sebagai sentral pembiakan dan hidup kakatua.

Tugu burung kakatua yang dibuat Satria, seniman asal Desa Masalima, diresmikan Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman dan Pj Kades Masakambing, Ainul Yakin setelah shalat Iduladha 1444 Hijriah, Kamis (29/6).

Pj Kades Masakambing, Ainul Yakin mengatakan, tugu burung kakatua dibuat dengan pertimbangan, Desa Masakambing merupakan salah satu pulau yang memiliki endemik sub species dari Shulphurea bernama abbotti yang diambil dari nama saintis Jerman bernama Abbott, yang kini tercatat menjadi salah satu kekayaan fauna dunia.

“Pembangunan tugu burung kakatua ini agar menjadi monumen kebanggaan bahwa Desa Masakambing adalah tempat asal dan menjadi sangkar alami burung kakatua terkecil di antara sub species yang lain,” kata Ainul Yakin.

Tugu tersebut dibangun dari dana desa (DD). Proses pembuatan, dimulai sejak tanggal 27 Nei 2023, dengan konstruksi pengecoran, las rangka besi, selanjutnya proses pembuatan patung dan relief.

Dalam tugu ini terdapat tiga burung kakatua yang disimbolkan satu keluarga beka’ (sebutan orang Bugis lokal untuk burung kakatua Masakambing). Pejantan di posisi teratas sebagai kepala keluarga, posisi kedua adalah induk dan di bawah adalah anakan.

Sementara, visualisasi seorang lelaki berpakaian ala Bugis dalam tugu itu menyimbolkan bahwa Masakambing merupakan salah satu pulau yang didiami oleh orang-orang Sulawesi pasca kemerdekaan sebagai eksodus dari prahara pemberontakan di kampung halamannya.

Mereka membabat hutan di Masakambing dan menjadikan lahan-lahan babatannya untuk bercocok tanam dan berkebun. Hingga saat ini keberadaan etnis timur itu menjadi salah satu pelengkap keberagaman di Kabupaten Sumenep di antara saudara tua mereka yakni suku Madura dan Mandar.

Untuk gambar pohon mangrove bagian bawah sebagai salah satu komoditi terbanyak di pesisir Pulau Masakambing. Sekitar 80 persen pesisir Pulau Masakambing ditumbuhi mangrove dan jenis bakau.

“Diperkirakan ada 27 jenis bakau dan mangrove yang terdapat di pulau Masakambing sebagai tempat bermukim organisme bakau dan biota pesisir,” terang Inung, sapaan akrab Pj Kades Masakambing sekaligus Sekretaris Kecamatan Masalembu.

Kakatua merupakan hewan monogami yang apabila pasangannya mati maka dia akan menjanda atau menduda sepanjang hidupnya. Burung yang kerap menjadi isyarat mistik penduduk Masakambing ketika ada penduduk yang akan berpulang, sekumpulan beka’ akan mengitari pulau sambil ‘berteriak’.

Penulis|Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya