Khofifah Berharap Bencana Banjir Pamekasan Tertangani dengan Baik – Jejak

logo

Khofifah Berharap Bencana Banjir Pamekasan Tertangani dengan Baik

Rabu, 2 Maret 2022 - 14:39 WIB

2 tahun yang lalu

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawasa meninjau banjir di Pamekasan (Foto/Fahrrurrosyi)

JEJAK.CO, Pamekasan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawasa berharap bencana banjir yang terjadi di Pamekasan segera tertangani dengan baik.

“Saya tadi ke Sumedangan Kecamatan dan di sana masih banjir, tentu susah diharapkan mereka bisa memasak seperti saat sekarang sehingga mereka membutuhkan logistik yang bisa disuplay oleh dapur umum di sini,” terangnya, Selasa (02/03/2022).

Banjir di sebagian wilayah Pamekasan, Madura, Jawa Timur belum surut

Menurutnya, saat ini alat penyedot dan alat berat berupa ekskavator sudah disiapkan. Ia berharap banjir tersebut bisa tertangani degan baik.

“Tentu kita berharap kalau ini tidak hujan, tadi disiapkan sebetulnya pompa air untuk bisa memompa dari banjir yang ada di Sumedangan ke sungai, ini kita berharap air yang di sungai segara berkurang sehingga air yang menggenang di Sumendagan tadi bisa segera disedot dialirkan ke sungai ,” imbuhnya.

Alat berat berupa eskavator juga disiapkan untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi. Sebab kata orang nomor satu di Jawa Timur ini, aliran sungai juga mengalami hambatan yang berupa pendangkalan dan penyempitan.

“Ekskavator ini tentu harapannya dicicillah bagian yang bisa dilakukan pengerukan, ini kan ada pendangkalan dan penyempitan ada juga tanggul,” imbuhnya.

Sementara itu, keluarga yang terdampak banjir di Kecamatan Pamekasan dan Pademawu sebanyak 4.612 atau 13.871 jiwa.

Camat Pamekasan Rahmat Kurniadi mengatakan, untuk membantu logistik pada keluarga terdampak, pemerintah telah mendirikan dapur umum yang dipusatkan di kantor Kecamatan Kota Pamekasan.

“Dapur umum ini mengcover dua kecamatan untuk sementara, yakni Kecamatan Pamekasan dan Pademawu,” katanya, Rabu (02/03/2022).

Rencananya, pendirian dapur umum akan disebar ke berbagai desa dan kelurahan yang terdampak banjir. Karena jika disentralkan tidak mampu.

Penulis : Fahrurrosyi
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya