Ikhtiar Baru Politik Lora Fauzi-Mas Kiai – Jejak

logo

Ikhtiar Baru Politik Lora Fauzi-Mas Kiai
Oleh: Mohamad Suhaidi*

Jumat, 29 Juli 2022 - 11:34 WIB

2 minggu yang lalu

Bupati Sumenep Achmad Fauzi (Foto/Istimewa)

JEJAK.CO – Dalam seminggu terakhir, satu-satunya wacana yang viral dalam dunia medsos adalah munculnya sebuah gambar pertemuan antara Lora Fauzi dengan pengurus DPW PPP Jatim, antara lain RKH. Mujahid Ansori, Kiai Ali Fikri (dalam politik Pilkada Sumenep 2019, beliau mashur dengan panggilan Mas Kiai), dan pengurus lainnya. Apapun, tujuan dan substansi pertemuan itu, hanya Allah dan mereka yang tahu ; apakah sebatas silaturrahim atau apakah ada diskusi khusus tentang politik, bahkan tentang politik Jawa Timur, karena Lora Fauzi dalam salah satu survei lembaga tertentu, telah menjadi bagian dari pemimpin muda yang dianggap dapat bersaing dalam perebutan kepemimpinan publik di Jawa Timur di masa-masa yang akan datang.

Kehadiran pengurus DPW PPP Jatim, tetap akan terbaca secara bebas oleh publik, apapun alasannya. Karena dalam logika politik ; berlaku hukum selalu ada ikhtiar untuk menyamakan dan menyatukan persepsi guna meraih tujuan bersama secara politik. Lebih-lebih yang ikut menyita publik Sumenep adalah keberadaan Mas Kiai dalam pertemuan itu. Tentu saja, kebersamaan kedua tokoh politik Sumenep itu, bahkan pernah berseteru dalam politik Pilkada Sumenep 2019, telah menegaskan tentang arah baru politik Sumenep pada Pilkada 2024.

Atau setidaknya, kalaupun tidak mau dibaca sebagai bagian dari upaya membangun politik menuju 2024, keberadaan Mas Kiai dan pengurus DPW PPP, telah memberikan isyarat dukungan politik untuk kepemimpinan Bupati Lora Fauzi periode pertamanya ini. Kesediaan Mas Kiai bertemu langsung Bupati Lora Fauzi, secara langsung ataupun tidak, telah memberikan kesimpulan tentang dukungan Mas Kiai terhadap kepemimpinan Lora Fauzi di periode “Bismillah Melayani” ini.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi foto bersama dengan Ketua DPW PPP Jawa Timur dan Ketua DPC PPP Sumenep beberapa hari lalu (Foto/Istimewa)

Tafsir publik atas beredarnya foto “kebersamaan antara Lora Fauzi, Mas Kiai dan Pengurus DPW PPP” tersebut, tentu mengerucut pada satu pertanyaan besar ; akankah keduanya akan menyatu dalam politik pilkada 2024? Pertanyaan ini layak muncul, karena apabila ini benar adanya ; banyak pihak yang meyakini duet Lora Fauzi-Mas Kiai akan menutup kran peluang menang bagi pihak-pihak lain atau meminjam istilah masyarakat medsos “ Pilkada telah selesai sebelum waktunya”. Kira-kira begitu ! Survei akan membuktikan!

Sebagai bupati, jujur atau tidak, Lora Fauzi secara politik masih menjadi figur utama dalam politik Sumenep. Saya yakin, apapun lembaga surveinya, eksistensi politik Lora Fauzi masih di atas angin. Maklum, jabatan politik sebagai orang nomor satu di Sumenep memberikan dampak politik atas eksistensi dan brandingnya di tengah-tengah masyarakat. Efek jabatan sebagai Bupati, tidak hanya akan menjaga marwahnya di mata publik, tapi juga akan terus mengokohkan elektabilitasnya dalam ruang publik. Karena jabatannya, telah memastikan mesin politik pendorong image brandingnya terus bekerja setiap waktu. Itulah keuntungan Lora Fauzi hari ini.

Atas dasar kondisi itu, figur-figur yang berhasrat meramaikan pertarungan politik Sumenep 2024, tidak lagi fokus merebut pada posisi orang nomor satu, tetapi memastikan diri memiliki tiket bisa bersanding secara politik dengan Lora Fauzi. Pertemuan pengurus DPW dan DPC PPP, yang diwakili oleh KH. Mujahid Ansori dan Mas Kiai, dapat dimaknai sebagai proses pengajuan proposal politik awal menuju tahun 2024. PPP tentu tidak akan lagi berfikir akan mengulangi sejarah politik kurang menguntungkan dalam Pilkada 2019 yang lalu, karena setiap partai selalu punya ambisi untuk keluar sebagai pemenang dalam setiap pergulatan politik, termasuk PPP Sumenep. Bagi PPP Sumenep dan tentu juga partai lain seperti PKB, kekalahan dalam Pilkada 2019 kemarin akan dijadikan sebagai evaluasi obyektif dalam rangka menyusun langkah-langkah politik pada Pilkada yang datang.

Dalam keterkaitan itu, sebagai figur dengan kekuatan elektabilitas terkuat hari ini, Lora Fauzi juga tidak akan tinggal diam. Politisi muda PDI-P yang juga putra dari aktivis Ansor di masanya itu, tentu akan selalu berfikir lebih kreatif dalam mempertahankan peta politik 2024. Lora Fauzi tidak akan mudah memilih pasangan. Tidak akan gampang menerima lamaran banyak orang, karena dalam politik itu selalu berbicara serba kemungkinan. Lora Fauzi tentu akan memilih figur-figur dengan kekuatan dan jaringan politik yang mengakar, sehingga bisa memberikan tambahan kekuatan politik bagi Lora Fauzi. Logika yang sangat sederhana : Lora Fauzi akan memilih figur yang dapat memberikan sentuhan politik sekuat “pukulan mematikan ala petinju Mike Tyson. Kira-kira begitu.

Selain Mas Kiai, tentu ada banyak figur yang bisa dipertimbangkan oleh Lora Fauzi sebagai cawabubnya dalam Pilkada 2024 nanti. Misalnya ; Bunda Fitri (Anggota DPRD Jawa Timur), Iskandar ( Anggota DPRD Jawa Timur), Nyi Eva (Wabup saat ini), H. Hairul Anwar (Tokoh Muda Sumenep), H. Pandji Taufik (Ketua PC NU Sumenep), M. Muhri (Ketua F-PKB Sumenep). Dari sekian nama yang ada itu, tentu kalkulasi politik tetap berada di tangan Lora Fauzi.

*Penulis Lepas, Tinggal di Kabupaten Sumenep


Baca Lainnya