Di Tengah Laut, Seorang Penumpang Mengembuskan Napas Terakhir, Baznas Sumenep Bantu Pulangkan Jenazah ke Masalembu – Jejak

logo

Di Tengah Laut, Seorang Penumpang Mengembuskan Napas Terakhir, Baznas Sumenep Bantu Pulangkan Jenazah ke Masalembu

Senin, 15 Juni 2026 - 23:09 WIB

57 detik yang lalu

Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman (dua dari kiri) memberikan bantuan biaya pemulangan jenazah kepada pihak keluarga didampingi Camat Masalembu Achmad Auza' Rahman (kanan) di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep (Foto/jejak.co)

JEJAK.CO – Perjalanan laut dari Pulau Masalembu menuju Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, yang biasanya ditempuh sekitar 12 jam berubah menjadi perjalanan penuh duka. Di tengah hamparan Laut Jawa, sekitar empat jam setelah kapal bertolak, Subaidi (77) tahun, warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, mengembuskan napas terakhir, Ahad pagi (14/6/2026).

Tidak ada pilihan bagi nahkoda selain melanjutkan pelayaran. Di tengah lautan, kapal tidak mungkin berlabuh atau mengevakuasi penumpang. Selama sisa perjalanan, para penumpang berada dalam suasana hening. Di antara mereka, jenazah Subaidi ikut menempuh sisa perjalanan menuju Kalianget.

Setibanya di Pelabuhan Kalianget, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sebelum dipersiapkan untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Pulau Masalembu.

Namun, perjalanan Subaidi belum benar-benar berakhir. Untuk kembali ke Desa Masalima, jenazah harus menempuh perjalanan laut yang lebih panjang menggunakan perahu. Dari Kalianget menuju Masalembu, perjalanan dengan perahu dapat memakan waktu sekitar 15 hingga 20 jam, bergantung pada kondisi cuaca dan gelombang laut.

Jarak yang jauh itu juga menghadirkan beban biaya yang tidak ringan bagi keluarga yang tengah berduka.

Melihat kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep memberikan bantuan biaya pemulangan jenazah. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Sumenep di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, didampingi Camat Masalembu serta aparat Desa Masalima.

Ketua Baznas Sumenep mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, keluarga korban tidak hanya kehilangan orang yang mereka cintai, tetapi juga dihadapkan pada biaya besar untuk membawa jenazah kembali ke kampung halaman yang berada di wilayah kepulauan.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga almarhum. Semoga proses pemulangan jenazah berjalan lancar hingga tiba di rumah duka di Masalembu,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan beratnya tantangan hidup masyarakat kepulauan. Bagi warga Masalembu, perjalanan menuju daratan bukan sekadar berpindah tempat, melainkan menyeberangi lautan selama belasan jam. Ketika musibah datang di tengah perjalanan, pilihan yang tersedia sangat terbatas.

Di balik kisah duka Subaidi, tersimpan kenyataan bahwa jarak dan keterisolasian masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat kepulauan. Di saat seperti itulah, uluran tangan dari berbagai pihak menjadi penopang bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.

 

Camat Masalembu, Achmad Auza’i Rahman, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Subaidi dalam perjalanan laut menuju Sumenep.

Ia juga mengapresiasi kepedulian BAZNAS Kabupaten Sumenep yang membantu biaya pemulangan jenazah hingga kembali ke Masalembu.

“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga almarhum. Kami berharap semangat gotong royong seperti ini terus hadir untuk membantu masyarakat kepulauan yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya .(*/har)


Baca Lainnya