Berdalih Gara-gara Masker, Kasus Kekerasan terhadap Wartawan di Pamekasan Mandek – Jejak

logo

Berdalih Gara-gara Masker, Kasus Kekerasan terhadap Wartawan di Pamekasan Mandek

Senin, 22 Maret 2021 - 18:22 WIB

3 tahun yang lalu

Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) mendatangi Mapolres Pamekasan mempertanyakan kasus kekerasan terhadap wartawan tahun lalu (Foto : Fahrurrosyi)

Pamekasan, Jejak.co – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) mendatangi Mapolres Pamekasan, Senin (22/3/2020).

Kedatangan mereka bermaksud mempertanyakan persoalan laporan tindak kekerasan terhadap wartawan televisi swasta Fathur Rusi yang terjadi 6 bulan lalu. Tepatnya saat unjuk rasa tempat wisata di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan pada 5 Oktober 2020.

Ketua AJP, Miftahul Arifin menyampaikan, kedatangan rombongan kuli tinta itu juga ingin memberikan support kepda pihak berwajib yang terkesan lambat dalam penanganan kasus yang menimpa rekanya itu.

“Kedatangan kami ke sini untuk mempertanyakan kasus yang menimpa rekan kami. Kami ingin mengetahui perkembanganya sampai dimana. Sebab, sampai 6 bulan ini kami tidak mendapat informasi tentang kasus kekerasan pada rekan sesama jurnalis,” terangnya.

Menurut informasi yang diterima dari pelapor, polisi berdalih kesulitan mengungkap identitas pelaku. Padahal menurut pria yang akrab disapa Ipin ini, polisi sudah mendapat fasilitas yang cukup canggih untuk mengungkap sebuah kasus.

Untuk itu, pihaknya berharap agar kasus ini segera terungkap. Waktu 6 bulan dianggap sudah terlalu lama dalam menyelesaikan sebuah kasus, ditambah lagi selama itu tidak ada perkembangan yang signifikan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menjelaskan bahwa pihaknya sampai saat ini masih tetap memproses kasus ini. Ia mengatakan kasus ini tetap akan ditindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Sejauh ini kami kesulitan mengungkap pelaku lantaran yang diduga sebagai pelaku memakai masker, kami masih melakukan penyelidikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa korban atas nama Fathur Rusi merupakan wartawan televisi Nasional yang pada waktu itu bertugas meliput aksi penutup tempat wisata di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan pada 5 Oktober 2020.

Kejadian bermula saat korban berupaya mengambil video aksi penutupan tempat wisata. Pada saat bersamaan ia mendapat tindak kekeran dari salah satu massa aksi.

Penulis : Fahrurrosyi
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya