SUMENEP, Jejak.co – Rencana pembukaan kembali penerbangan perintis ke Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, dinilai berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi dan meningkatkan akses pelayanan publik bagi masyarakat kepulauan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Arif Firmanto mengatakan, konektivitas transportasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
Menurut dia, kondisi geografis Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk transportasi udara sebagai penghubung antar wilayah.
“Dari sisi ekonomi, keberadaan penerbangan perintis ke Pulau Masalembu berpotensi mempermudah mobilitas pelaku usaha, mempercepat distribusi barang, serta membuka peluang pengembangan potensi lokal. Akses transportasi yang lebih cepat juga dapat mendukung perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Arif Firmanto.
Selain itu, konektivitas udara diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan publik, terutama ketika membutuhkan layanan kesehatan, pendidikan, maupun administrasi pemerintahan di luar pulau.
Selama ini, perjalanan laut menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Masalembu untuk menuju daratan Sumenep. Waktu tempuh yang panjang membuat aksesibilitas menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika masyarakat menghadapi kebutuhan mendesak.
“Karena itu, pengembangan transportasi udara perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan, bukan semata-mata penyediaan sarana transportasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjalin kerja sama dengan PT Elnusa Tbk untuk memanfaatkan lahan perusahaan di Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, sebagai lokasi pendukung pengembangan landasan penerbangan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep saat ini tengah serius menyiapkan persyaratan teknis maupun administrasi.
Pemkab menargetkan uji coba penerbangan dilakukan pada 2026. Apabila memenuhi persyaratan kelayakan dan administrasi, penerbangan perintis ditargetkan dapat beroperasi pada 2027. (har)











