16 Tahun Menjadi Honorer, Miki Terharu dengan Keputusan Bupati Sumenep – Jejak

logo

16 Tahun Menjadi Honorer, Miki Terharu dengan Keputusan Bupati Sumenep

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:51 WIB

7 bulan yang lalu

Miki Dwi Zulkarnen saat mendampingi siswa. Miki salah satu tenaga honorer atau pegawai non-ASN yang diusulkan menjadi PPPK paruh waktu (Foto/jejak.co)

JEJAK.CO – Keputusan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengusulkan PPPK paruh waktu terhadap ribuan tenaga honorer atau pegawai non- aparatur sipil negara (non-ASN) mendapat pujian.

Keputusan mengusulkan ribuan tenaga guru, tenaga kesehatan dan teknis tidak hanya mengubah status honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi menjadi pintu masuk untuk menjadi PPPK penuh waktu.

Miki Dwi Zulkarnen (35) adalah seorang tenaga honorer yang mengabdi selama 16 tahun di SMPN 1 Sumenep. Dia bersama teman-temannya mengaku bahagia dan haru atas keputusan Bupati Sumenep yang mengusulkan ribuan tenaga honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

“Di tengah penantian yang begitu lama, 16 tahun menjadi tenaga honorer, saya awalnya ragu semua tenaga honorer diusulkan menjadi PPPK paruh waktu, karena jumlahnya sangat banyak, tapi Bupati Sumenep luar biasa mengambil keputusan ini,” kata Miki Dwi Zulkarnen.

Menurut Miki, banyak tenaga honorer yang sudah berada pada titik pasrah, bahkan mengubur impian untuk menjadi ASN. Terutama honorer yang yang sudah mengabdi 20 tahun.

“Namun harapan yang pernah terkubur itu, kini menjelma menjadi kenyataan. Bupati Sumenep ternyata sangat peduli terhadap nasib kami,” ujarnya penuh haru.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep, Kepala BKPSD, Dinas Pendidikan yang selama ini selalu memberikan arahan kepada tenaga honorer selama ini,” imbuhnya.

Miki mengaku siap dengan segala konsekuensinya ketika dirinya sudah ditetapkan menjadi PPPK paruh waktu. Sebab, PPPK paruh waktu merupakan pintu awal menjadi PPPK penuh waktu.

“Berapapun honor yang diterima, kami siap. Kami dan honorer lainnya sadar bahwa pengangkatan PPPK paruh waktu yang mencapai ribuan ini akan berdampak pada fiskal APBD. Kami juga siap dengan konsekuensi lainnya,” jawabnya saat ditanya konsekuensi menjadi PPPK paruh waktu.

Dia bersama honrer lainnya berharap, perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo terus mengawal aspirasi tenaga honorer yang telah diusulkan PPPK paruh waktu.

“Harapan kami kepada pemkab, Bapak Bupati, perhatian terhadap guru tidak berhenti sampai di sini saja. teman teman yang tercover di PPPK paruh waktu terus diperhatikan sampai menjadi PPPK penuh waktu,” pungkas pria asal Desa Kebunan tersebut. (har/dan)


Baca Lainnya