Soal Perobekan Lambang PMII Berujung Aksi, Ini 4 Tuntutan Mahasiswa IAIN Madura  – Jejak

logo

Soal Perobekan Lambang PMII Berujung Aksi, Ini 4 Tuntutan Mahasiswa IAIN Madura 

Senin, 18 November 2019 - 16:41 WIB

4 tahun yang lalu

Eko Ari Widodo saat menemui demonstran PMII di Kampus IAIN Madura (Foto/Fahrurrosyi)

JEJAK.CO-Insiden dugaan perobekan banner oleh oknum dosen, Eko Ari widodo, yang berlambang PMII di Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Pamekasan Jawa Timur, berujung demo besar-besaran. Dalam aksinya, PMII Komisariat IAIN membawa empat tuntutan, siang tadi di kampus IAIN Madura,  Senin (18/11/2019).

Empat tuntutan yang dilayangkan mahasiswa merupakan puncak dari ketidakterimaan atas insiden tersebut. Mahasiswa menganggap perobekan banner berlambang PMII merupakan bentuk pelecehan terhadap organisasi.

Empat tuntutan itu meliputi, pemecatan Eko Widodo sebagai anggota senat kampus IAIN Madura, pemecatan sebagai ketua rumah Jurnal IAIN Madura, dikeluarkam sebagai dosen tetap, dan dipecat  dari ASN.

Ketua Cabang PMII Pamekasan Lian Fawahan, mengatakan bahwa perobekan yang dilakukan oknum dosen tersebut dianggap telah melecehkan organisasi. “Perbuatan itu jelas melecehkan ideologi kami, jadi kami minta Eko Widodo bertangung jawab atas hal ini,” teriaknya saat berorasi.

Insiden perobekan banner berlambang organisasi kemahasiswaan itu terjadi pada hari Jumt (15/11) lalu. Diketahui Eko Widodo merobek dan membuang banner tersebut ketempat sampah. Hal itulah yang membuat mahasiswa marah, sebab prilaku itu dianggap melecehkan.

Sementara itu Eko Widodo mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki niatan sedikitpun untuk melecehkan PMII. Bahkan ia membantah telah merusak banner tersebut. “Saya menurunkan, bukan merusak. Ini hanya beda persepsi saja,” terang Eko Widodo.

Tidak cukup itu, Eko juga meminta maaf kepada seluruh kader PMII, jika perbuatannya dianggap salah. Bahkan ia mengaku permintaan maafnya juga sudah dilakukan di media-media. “Saya juga sudah meminta maaf kepada saudara-saudara IKA PMII dan sebagainya,” tandasnya.

Wakil Rektor I IAIN Madura Nur Hasan menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keputusan terkait empat tuntutan yang dibawa mahasiswa sebab ia bukan pengambil kebijakan. Sedangkan Rektor IAIN sedang tidak ada di kampus. “Pak rektor sedang ada di Jakarta, rapat dengan kementerian sampai hari Rabu,” terangnya singkat.

Penulis : Fahrurrosyi
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya