Bupati Kecewa, Dewan akan Panggil Dirut PD Sumekar – Jejak

logo

Bupati Kecewa, Dewan akan Panggil Dirut PD Sumekar

Senin, 9 Mei 2022 - 21:29 WIB

2 tahun yang lalu

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat ditemui media, Senin (09/05/2022)

JEJAK.CO, Sumenep – Pada Kamis (05/05) malam lalu salah satu oknum pejabat penting di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenepv,

Direktur PD Sumekar, digrebek warga dan babinsa saat berada di sebuah rumah bersama perempuan yang diduga selingkuhannya di Perumahan Wiraraja, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (05/05/2022).

Saat itu, warga membawa pasangan ini ke rumah kepala desa setempat. Berdasarkan pengakuannya, pasangan ini sudah menjalani hubungan selama dua bulan lamanya.

Diketahui, berdasarkan surat kesepakatan yang ditanda-tangani oknum pejabat Dirut BUMD PD Sumekar bersama wanita yang diduga selingkuhannya, sepakat menandatangani surat yang berstatus janda

Di hadapan warga dan Kepala Desa Kolor keduanya memang mengakui adanya perselingkuhan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut di lingkungan Jalan Adi Poday RT. 002 RW. 005 Desa Kolor. Bahkan, pasangan ini berjanji akan memberikan kompensasi perbaikan jalan rabat beton sepanjang ± 160 m²/ 100 sak setara semen.

“Siap untuk menikahi dan dinikahi paling lambat bulan Juni 2022,” salah satu bunyi kesepakatan tertulis yang ditandatangani keduanya yang didapat media ini, Jum’at (06/05/2022).

Komisi II DPRD Sumenep akan Melakukan Pemanggilan

Komisi II DPRD Sumenep akan melakukan kroscek atas kebenaran kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Direktur Utaman PD Sumekar dan wanita asal kepulauan.

“Akan dikroscek untuk memastikan kasusnya dan akan ditindak lanjuti pemanggilan,” kata Ketua Komisi II DPRD Sumenep H. Subaidi, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (07/05/2022).

Dicecar soal sanksi jika terbukti melakukan perselingkuhan, Ketua Komisi II hanya memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut dan akan memberikan rekomendasi jika yang bersangkutan benar melakukan perselingkuhan.

“Akan ditindak lanjuti, pasti kami beri rekom untuk tahapan ke yang lain,” terang politisi dari partai berlambang Ka’bah ini.

Ditanya perihal rekomendasi tersebut kepada siapa, ia menjawab, “ya ke Bupati,” tandasnya

Bupati Sumenep Kecewa

Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui masalah tersebut dari beberapa media online dan cetak, jika Direktur PD. Sumekar digrebek warga saat sedang bersama wanita di perumahan Desa Kolor. Dan pihaknya mengaku sangat kecewa terhadap peristiwa itu.

“Saya selaku Bupati Sumenep masih menunggu hasil dari tim perekonomian selaku pembina PD. Sumekar. Kita tunggu hasilnya nanti dari hasil klarifikasi,” kata Bupati Ra Fauzi saat ditemui Jejak.co di rumah dinasnya, Senin (09/05/2022).

“Yang jelas jika ini benar benar terjadi, kami Kecewa atas apa yang lakukan yang bersangkutan (Dirut PD Sumekar-red).” Tandasnya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep Mustangin mengatakan, selaku Pembina PD Sumekar mengaku telah menerima laporan peristiwa Direktur PD Sumekar yang digerebek dan diarak ke rumah kepala desa oleh warga saat ketahuan berduaan bersama wanita.

Bahkan Mustangin melakukan pemanggilan. Namun Dirut PD Sumekar, katanya, belum menghadap.

“Hari ini kami sudah nemanggil yang bersangkutan, dalam hal ini adalah Direktur Utama PD Sumekar untuk mengklarifikasi atas viralnya kasus dugaan perselingkuhan dengan seorang warga kepulauan itu,” kata Mustangin pada awak media, Senin (09/05/2022).

“Jika yang bersangkutan terbukti melakukan perbuatan tersebut, maka hasilnya akan kita laporkan ke Bupati,” imbuhnya.

Dicecar soal sanksi jika terbukti melakukan perselingkuhan, pihaknya menegaskan bahwa yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi teguran atau sanksi pemecatan, karena sudah mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Maka dari itu, kita akan melakukan tahapan proses pemanggilan dulu terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PD Sumekar saat hendak dikonfirmasi melalui telpon seluler maupun pesan WhatsApp tidak aktif hingga berita ini ditulis.

Penulis :Thofu
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya