Rumah Tidak Layak Huni di Pamekasan Mencapai 5.821 Unit – Jejak

logo

Rumah Tidak Layak Huni di Pamekasan Mencapai 5.821 Unit

Selasa, 16 November 2021 - 22:09 WIB

3 tahun yang lalu

Pemerintah Kabupaten Pamekasan tahun ini mengalokasikan anggaran Rp12, 6 miliar untuk 722 rumah tidak layak huni atau RTLH (Foto/Istimewa)

JEJAK.CO, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten Pamekasan belum sepenuhnya bisa menuntaskan masalah rumah tidak layak huni atau RTLH. Sebab hingga saat ini, rumah yang tergolong tidak layak huni masih banyak.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan, jumlah rumah tidak layak huni mencapai 5.821 unit dari total 221.322 rumah yang ada di bumi Gerbang Salam.

Sebelumnya, jumlah rumah tidak layak huni di Pamekasan mencapai 8.288 unit. Namun setelah pemerintah melakukan perbaikan secara bertahap, saat ini jumlah rumah tidak layak huni tersisa 5.821.

Kepala DPRKP Pamekasan Muharram mengatakan, selama kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam, pemerintah berhasil merealisasikan program RTLH sebanyak 2.210 unit. 722 di antaranya direalisasikan tahun ini dengan total anggaran sebesar Rp12, 6 miliar.

Masa kepemimpinan sebelumnya, lanjutnya, Pemkab Pamekasan juga telah merealisasikan program RTLH sebanyak 257 unit. Dengan demikian, total program RTLH yang telah terealisasi hingga tahun ini sebanyak 2.467 unit. Dan sisanya tinggal 5.821 rumah tidak layak huni.

Muharram mengatakan, pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan terhadap rumah tidak layak huni di daerahnya secara bertahap.

Untuk realisasi program 772 RTLH tahun ini, Muharram mengklaim sudah mencapai sudah mencapai 80 persen. Pihaknya menargetkan akhir November sudah selesai.

“Dana yang digunakan untuk program RTLH ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021,” ungkapnya, Selasa (16/11/2021).

Penulis : Fahrurrosyi
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya