JEJAK.CO, Sumenep – Pondok Pesantren (PP) Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep mendeklarasikan Pesantren Ramah Anak, sebagai komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari kekerasan, perundungan, dan pelecehan.
Deklarasi yang digelar di lingkungan pesantren itu dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Prof. Dr. KH. Abd. A’la Basyir, M.A., pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Abdul Wasid, Kapolres Sumenep, Ketua HIMPSI, Ketua RMI PCNU, Kepala BNN Kabupaten Sumenep, serta para pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Sumenep.
Prof. KH. Abd. A’la mengatakan masih banyak anak yang ragu masuk pesantren karena dibayangi citra kekerasan. Berdasarkan sejumlah temuan yang ia sampaikan, lebih dari 50 persen anak mengaku takut mondok akibat persepsi tentang kekerasan, sedangkan sekitar 61 persen lainnya khawatir mengalami perundungan maupun pelecehan.
Menurut dia, kondisi tersebut bertolak belakang dengan tujuan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk akhlak dan karakter. Karena itu, pesantren harus mampu menghadirkan suasana yang melindungi hak-hak anak sekaligus menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman.
Kiai yang pernah menjadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan, pesantren memiliki tanggung jawab melahirkan santri yang memiliki sembilan karakter utama, yakni beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, bergotong royong, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Seluruh karakter itu, kata dia, hanya dapat tumbuh apabila lingkungan pendidikan bebas dari praktik kekerasan.
Kiai Abd. A’la meminta deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis. Komitmen itu harus diterapkan dalam pola pengasuhan, sistem pendidikan, hingga budaya keseharian di lingkungan pesantren.
“Pesantren harus menjadi rumah kedua yang aman dan membahagiakan bagi santri. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, perundungan, maupun pelecehan. Pesantren harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter kuat untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Melalui deklarasi itu, Pondok Pesantren Annuqayah Latee berharap kepercayaan masyarakat terhadap pesantren semakin meningkat sekaligus mendorong lebih banyak anak menempuh pendidikan di lingkungan pondok yang ramah anak. (*/har)











