Pasar Lenteng Semrawut, Saat Berjualan Pedagang Harus Bersihkan Sisa Kotoran Sapi – Jejak

logo

Pasar Lenteng Semrawut, Saat Berjualan Pedagang Harus Bersihkan Sisa Kotoran Sapi

Jumat, 10 Desember 2021 - 21:50 WIB

2 tahun yang lalu

Pasar Lenteng Kabupaten Sumenep (Foto/Rifand NL)

JEJAK.CO, Sumenep – Penataan Pedagang di Pasar Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura Jawa Timur amburadul. Hingga kini semrawutnya pasar tradisional tak kunjung ditertibkan.

Pasalnya, pedagang harian seperti pedagang sayur, buah-buahan, pangan ringan, dan daging rela berjualan di di luar kios. Sedangkan di dalam pasar, kios ditempati pedagang mingguan yang mayoritas adalah pedagang konveksi.

Tak jarang pedagang harian harus kerepotan saat musim penghujan. Belum lagi terkadang sebelum berjualan mereka harus membersihkan sisa-sisa kotoran sapi.

Masalah tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan dan ketersinggungan antar sesama pedagang.

Agus Susilo, Penanggung Jawab Pasar Kecamatan Lenteng menanggapi, pihaknya tidak punya wewenang mengatur pedagang harian dan mingguan di Pasar Kecamatan Lenteng.

Agus mengaku, pihaknya hanya menjalankan kebijakan yang sudah lama. Bahkan untuk permasalahan penertiban pedagang tersebut, Agus menyerahkan secara langsung kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kabupaten Sumenep yang baru.

“Untuk hal ini, saya masih meneruskan kebijakan yang lama karena sebagai pengganti yang lama selanjutnya itu kebijakan UPTD Pasar untuk menatanya,” jawabnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/12/2021)

Sementara itu, Hairul Anwar, Kepala UPTD Pasar Kabupaten Sumenep memastikan, masalah yang terjadi pada pedagang harian dan mingguan di Pasar Kecamatan Lenteng akan segera diselesaikan.

“Kita akan melakukan pendekatan kepada pedagang mingguan juga kepada pedagang harian. Biar ada titik temu,” janjinya.

Kata Hairul, untuk menertibkan antara pedagang harian dan mingguan tanpa memunculkan masalah baru antar sesama pedagang. Karena menurutnya, mereka merupakan aset yang harus saling diberikan fasilitas terbaik.

“Pedagang harian itu aset kami. Tetapi tidak juga menghilangkan pedagang mingguan. Kita sama-sama akomodir,” tuturnya.

Penulis : Rifand NL


Baca Lainnya