Naufil Soroti Pasar Ganding yang Kumuh – Jejak

logo

Naufil Soroti Pasar Ganding yang Kumuh

Kamis, 2 Juni 2022 - 13:31 WIB

2 tahun yang lalu

Ach Naufil MS, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep (Foto/Humas DPRD Sumenep)

JEJAK.CO, Sumenep – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep Ach. Naufil MS soroti Pasar Ganding yang kondisinya terkesan tidak terurus.

Pasar yang berdekatan dengan kantor Kecamatan Ganding, Sumenep itu baru saja dibangun pada 2018 dan diresmikan 2019 pada masa kepemimpinan Kiai A Busyro Karim. Kini pasar rakyat itu kondisinya kumuh. Sampah berserakan dan jalannya becek.

Naufil yang saat ini berada di Komisi II DPRD Sumenep meminta pemerintah daerah serius mengurus pasar. Ia sangat menyayangkan kondisi pasar yang yang baru beberapa tahun dibangun malah terkesan kurang terurus dengan baik.

“Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, dari itu jelas pasar harus betul-betul ditangani dengan serius. Pasar Ganding seakan dibiarkan terbengkalai tanpa ada yang mengurus,” kata Naufil pada Jejak.co, Kamis (2/6/2022).

“Maka harapan kami, pemerintah khususnya disperindag harus benar-benar memperhatikan hal yang menjadi keluh kesah masyarakat khususnya masyarakat Ganding,” sambungnya.

Kata Naufil, akses jalan di pasar tradisional itu harus betul baik, sehingga ketika musim hujan tidak becek. Termasuk soal sampah yang menyebabkan bau tak sedap.

“Selain itu juga lahan parkir harus memadai agar masyarakat yang pergi ke pasar tidak lagi merasa tidak aman, dan juga tidak terjadi kemacetan di sepanjang jalan tersebut,” ujar Politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan Terima kasus atas aspirasi yang disampaikan dewan.

Pria yang baru dilantik kurang lebih empat bulan yang lalu di dinas tersebut menegaskan bahwa pihaknya saat ini memang sedang fokus pada pasar sehat.

Untuk mengatasi masalah sampah, katanya, harus didukung oleh masyarakat dan pedagang sendiri. Sebab, petugas tidak mungkin setiap hari menjaga sampah di pasar.

“Komitmen kami menuju pasar sehat. Oleh karena itu kami mohon kepada pedagang dan masyarakat untuk mendukung kebersihan untuk mewujudkan pasar sehat,” katanya.

Disinggung soal tempat sampah, Chainur Rasyid mengatakan sudah disediakan tapi tidak berumur lama. Penyediaan tempah tersebut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Lain dari itu, dia juga mengungkap bahwa anggaran di instansinya sangat terbatas, sementara jumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sumenep sangat banyak.
“Kami juga minta dukungan dari dewan agar masalah ini segera teratasi, termasuk dukungan soal anggarannya,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya