Nasib Petani Tembakau di Madura, Gadai Mas hingga Pinjam ke Bank – Jejak

logo

Nasib Petani Tembakau di Madura, Gadai Mas hingga Pinjam ke Bank

Kamis, 19 September 2019 - 17:29 WIB

5 tahun yang lalu

Ketua DPRD Sumenep Sementara H Abdul Hamid Ali Munir (pegang tembakau) di dampingi Ketua Fraksi PKB M Muhri (kanan) serta Freddy Kuatianto (dua dari kiri) saat sidak ke gudang PT Surya Kahuripan Semesta ( Foto/Ahmad Ainol Horri)

JEJAK.CO-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep sidak gudang tembakau milik PT Surya Kahuripan Semesta di Desa Patean, Jalan Sumenep-Pamekasan, Kamis (19/9/2019). Kedatangannya ke gudang untuk memastikan nasib petani karena banyak tembakau yang belum terjual, sementara gudang tersebut sudah tutup.
Ketua DPRD Sumenep Sementara H Abdul Hamid Ali Munir didampingi Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M Muhri saat sidak ditemui oleh pihak gudang, Freddy Kustianto.

Menurut Hamid, sapaan akrab Ketua DPRD Sumenep Sementara, dirinya datang ke gudang untuk mengklarifikasi ke pihak gudang yang sudah tidak melakukan pembelian. Padahal tembakau di ujung timur Pulau Madura ini masih banyak yang belum terjual.

“Ternyata Pak Freddy tidak boleh membeli tembakau karena duitnya tidak ada. Yang biasanya menjadi tumpuan dan harapan petani, sekarang tidak bisa beli tembakau,” kata Hamid.

Pihaknya dalam waktu dekat berencana akan berkirim surat ke PT Gudang Garam agar tetap bisa membeli tembakau di Sumenep. “Harusnya, kalau memang tidak mau beli tembakau di Sumenep, dari awal memberi tahu bahwa tidak akan membeli tembakau di Sumenep,” ujar Hamid.

Sebagai warga yang tinggal di desa, Hamid mengetahui bagaimana perjuangan petani saat musim tanam tembakau. Menurutnya, untuk bisa membiayai, mereka mencari modal dengan cara berhutang. “Ada yang berhutang ke bank bahkan menggadaikan barang, dengan harapan bisa dapat keuntungan dari tanam tembakau,” bebernya.

Tumpukan tembakau ini belum terbeli karena PT Surya Kahuripan Semesta di Desa Patean Sumenep sudah tidak melakukan pembelian (Foto/Ahmad Ainol Horri)


Dulu, tembakau dijuluki “daun emas Madura”. Namun petani sekarang tidak lagi bisa berharap banyak dari tembakau. Meskipun mereka sudah mengeluarkan modal hingga puluhan juta dengan cara pinjam ke bank dan gadai. “Ternyata setelah saya klarifikasi gudang tidak buka,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan PT Surya Kahuripan Semesta Freddy Kustianto mengatakan bahwa gudangnya buka sejak 18 Agutus hingga 3 September 2019. Selama buka, gudang tersebut baru serap tembakau 274 ton. “Setelah itu, kami belum dapat dropingan uang, jadi terpaksa saya sangat prihatin karena tidak bisa melanjutkan pembelian tembakau,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan mudah-mudahan ada kebijakan lain sehingga pihaknya kembali bisa membeli tembakau di Sumenep. Sebab, diakui Freddy, kualitas tembakau saat ini bagus. Sehingga ketika ada dana, pihaknya menyatakan akan buka lagi.
Pabrikan yang melakukan pembelian tembakau di Sumenep ada tiga.

Diantaranya, PT Surya Kahuripan Semesta, Wismilak perwakilan Sumenep dan PT Giri Dipta Sentosa yang beroperasi di Kecamatan Guluk-Guluk. Dua gudang, yakni PT Surya Kahuripan Semesta, Wismilak sudah tutup. Saat ini yang masih melakukan pembelian tembakau hanya PT Giri Dipta Sentosa.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya