SUMENEP, JEJAK.CO — Anggota Komisi I DPRD Sumenep Holik mengapresiasi program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program tersebut menjadi instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Holik mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
“Sebagai implementasi Asta Cita Presiden Prabowo, koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian desa, baik di sektor ekonomi, pangan, maupun sektor lain yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” kata Holik, Kamis (4/2/2026).
Legislator Partai Gerindra itu menyebutkan, Kabupaten Sumenep terdiri dari 334 desa dan kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan dan menjadi bagian dari program tersebut. Hingga saat ini, progres pembentukan koperasi rata-rata telah mencapai 20–25 persen.
Ia optimistis sebagian koperasi dapat diluncurkan pada pertengahan Juni 2026, menjelang peluncuran nasional yang dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi pada 12 Juli 2026.
“Kami berharap seluruh koperasi sudah terbentuk sebelum pertengahan Juni. Ini menunjukkan keseriusan daerah dalam menyukseskan program Presiden,” ujarnya.
Holik juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk peran satuan tugas percepatan yang melibatkan Kodim 0827/Sumenep dalam mendampingi proses musyawarah dan pembentukan koperasi di desa.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi daerah yang dimulai dari desa.
“Ini menjadi energi positif bagi kebangkitan ekonomi Kabupaten Sumenep, dimulai dari desa sebagai fondasi utama,” katanya.
Holik menambahkan, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Ia menekankan bahwa koperasi harus dibangun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Koperasi adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Semangat kebersamaan dan kemakmuran bersama harus menjadi pondasinya,” tutur Holik. (har)











