Ketua STKIP PGRI Sumenep Apresiasi Guru Avan yang Keliling Datangi Siswanya – Jejak

logo

Ketua STKIP PGRI Sumenep Apresiasi Guru Avan yang Keliling Datangi Siswanya

Selasa, 21 April 2020 - 20:09 WIB

4 tahun yang lalu

Ketua STKIP PGRI Sumenep bersama PGRI Jawa Timur memberikan apresiasi kepada guru SDN Batuputih Laok 3 yang rela mengajar siswanya dari rumah ke rumah di tengah pandemi Covid-19

Jejak.co – Ketua STKIP PGRI Sumenep Dr Asmoni memberikan apresiasi berupa bantuan dana kepada Avan Fathurrahman, seorang guru sekolah dasar (SD) yang rela mengajar siswanya dari rumah ke rumah di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Pemberian dana intensif itu diberikan langsung kepada Avan Fathurrahman di kediamannya di Sumenep, Selasa (21/4/2020). Pada saat itu, ikut mendampingi pengurus PGRI Sumenep dan pengawas.

Apresiasi berupa sumbangan dana tersebut dari PGRI Jawa Timur.

Dr Asmoni yang juga sebagai pengurus PGRI Jawa Timur di bidang pengembangan sumber daya kepada Jejak.co menyampaikan bahwa PGRI Jawa Timur memberikan apresiasi kepada Avan Fathurrahman karena memiliki semangat tinggi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak didiknya di tengah pandemi virus corona.

Meski sumbangan yang diberikan tidak seberapa, namun setidaknya apresiasi tersebut menjadi penyemangat dalam mendedikasikan dirinya dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, semua guru di semua wilayah pasti mengalami kendala pada proses pembelajaran daring, meskipun masalahnya tidak sama dengan apa yang dialami Avan Fathurrahman.

“Bukan hanya Fathurrahman yang menghadapi kendala pada saat pemberlakukan pembelajaran daring atau belajar dari rumah. Tapi setidaknya, para guru bisa melaksanakan sama seperti Pak Fathurrahman atau dalam bentuk lainnya,” harap Asmoni.

Dirinya berharap semua guru tetap memberikan pelayanan pada siswa di tengah wabah virus corona ini, “terutama pelayanan pendidikan karakter pada situasi yang terjadi seperti saat ini,” pungkasnya.

Avan Fathurahman merupakan guru SDN Batuputih Laok 3 Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa timur.

Ia memutuskan mengajar keliling dari rumah ke rumah karena siswanya tidak memiliki android apalagi laptop. Hal itu dilakukan setelah pemerintah memperpanjang masa belajar di rumah atau daring karena Covid-19 belum reda.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya