Jaga NKRI, NU dan Polri Terus Kompak Bersinergi – Jejak

logo

Jaga NKRI, NU dan Polri Terus Kompak Bersinergi

Selasa, 22 Oktober 2019 - 20:30 WIB

5 tahun yang lalu

Foto Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S

JEJAK.CO-Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur turut mendukung kegiatan Apel Akbar Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di area Taman Adipura, Selasa (22/10/2019

Kegiatan yang digelar oleh NU dan Pemkab Sumenep ini dihadiri ribuan santri dan siswa sekaligus pengurus NU.

“Kita mendukung momen hari santri ini. Jadi, mulai kemarin kita terus bergabung, termasuk kemarin bakti sosial di Asta Tinggi,” ujar Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S.

Tidak hanya itu, kata Widi, bahkan pihaknya juga mengirim tim medis dalam khitanan massal yang dilaksanakan di gedung PCNU Sumenep beberapa hari yang lalu.

“Jadi, untuk ke depannya, terkait dengan hari santri, kita dari Polri bersama para santri akan terus bekerja sama, menciptakan suasana di Sumenep ini menjadi lebih aman, damai, sejuk, dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Ketua PCNU Sumenep KH Pandji Taufiq juga mengatakan hal senada, bahwa pihaknya menginginkan bagaimana Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini  lebih jaya dan makmur.

“Indonesia ini lebih jaya, lebih makmur ke depan,” katanya penuh harap.

Kiai Pandji menjelaskan, Islam yang mesti diperjuangkan harus sesuai dengan tradisi dan budaya di Indonesia. Yaitu, Islam yang sudah memang menjadi tradisi dan budaya di kalangan masyarakat Sumenep pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

“Budaya itu dijadikan penguat terhadap keberislaman kita, bukan justru diganti budaya dengan kebiasaan yang lain,” pesannya.

Sebab, pembauran budaya di berbagai belahan dunia tidak sama dengan budaya Islam yang ada di Indonesia. Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang sudah berkelindan dengan kebudayaan Indonesia.

Hal pokok yang mesti dipegang dalam hal berbudaya, yakni selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.

Bagaimana upaya untuk menangkal radikalisme di Sumenep? Kiai Pandji menjawab, hal tersebut tentu harus dilakukan melalui berbagai cara dan pendekatan. Terutama, tentu yang paling pokok yaitu, terus mendorong pelajaran Ahlussunnah wal Jamaah secara lebih detail dan kongkret di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Mazdon
Editor    : Haryono


Baca Lainnya