ESDA Sumenep Monitoring Kegiatan DBHCHT – Jejak

logo

ESDA Sumenep Monitoring Kegiatan DBHCHT

Rabu, 15 September 2021 - 20:44 WIB

2 minggu yang lalu

Kepala Bagian ESDA Sumenep Muhammad Sahlan (baju putih) menemui petani yang mengikuti Sekolah Lapang Tanaman Tembakau (Foto: Rifand NL)

JEJAK.CO, Sumenep – Bagian Energi Sumber Daya Manusia (ESDA) Pemerintah Kabupaten Sumenep monitoring kegiatan Sekolah Lapang Tanaman Tembakau di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Rabu (15/9/2021).

Monitoring ESDA Sumenep ini untuk memastikan realisasi kegiatan DBHCHT yang dilaksanakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep.

Kepala Bagian ESDA Sumenep Muhammad Sahlan menjelaskan, program DBHCHT harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Untuk itu, pihaknya turun ke bawah untuk memastikan apakah kegiatan tersebut berjalan atau tidak.

Menurutnya, Sekolah Lapang ini merupakan upaya pemerintah memberikan edukasi bagaimana membudidayakan tanaman secara maksimal.

“Sekolah Lapang ini sebenarnya program lama dari kementrian pertanian agar petani belajar langsung di lahan, juga melihat tanaman yang ada di lapangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Sahlan juga menekankan pentingnya berpikir agribisnis dalam usaha tani, agar petani mampu mendapat untung dari hasil.

Untuk memperoleh capaian itu, melalui program Sekolah Lapang, pemerintah menarget dua hal terhadap petani.

“Pertama, kelompok petani mampu menganalisa usahanya, kedua, petani mampu memiliki bargaining position atau daya tawar yang cukup kuat. Karena Selama ini petani tidak punya daya tawar, ” sampainya pada awak media.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sahlan berdialog dengan petani tentang tembakau. Mulai dari harga, cara tanam hingga biaya produksi.

Petani dalam kesempatan itu menyebutkan bahwa harga tembakau saat ini berkisar Rp 35 sampai Rp 38 ribu. Tergantung kualitasnya.

Oleh karena itu, pihaknya minta kepada penyuluh yang hadir dalam kesempatan itu agar memberikan pencerahan kepada petani mulai dari cara tanam hingga masalah harga tembakau.

“Agar petani ini tercerahkan soal tembakau,” pesannya.

Selain itu, dihadapan 25 peserta Sekolah Lapang, Sahlan juga membuat game berhadiah kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan.

Sementara dipihak lain, Sunhari, Ketua Kelompok Tani Desa Gadu Timur mengatakan, program Sekolah Lapang ini banyak memberikan pelajaran penting terkait budidaya tanaman yang baik dan maksimal.

“Banyak ilmu yang kami dapatkan, misalnya bagaimana cara mengatasi hama dan bagaimana juga cara memakai pupuk yang baik,” terangnya.

Dikatakan pula, pihaknya berharap kepada pemerintah agar memperhatikan soal harga tembakau untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harapan kepada pemerintah terkait dengan harga, karena kami dibawah selalu menginginkan harga tembakau itu baik, maksimal dan sesuai dengan keinginan petani,”ujarnya.

Penulis : Rifand NL
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya