Diduga Lindungi ASN Bolos, Dinkes-BKPSDM Sumenep Paparkan Data Berbeda, Hanafi Berang – Jejak

logo

Diduga Lindungi ASN Bolos, Dinkes-BKPSDM Sumenep Paparkan Data Berbeda, Hanafi Berang

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 12:57 WIB

3 tahun yang lalu

Komisi I DPRD Sumenep bahas ASN RS Abuya Kangayan yang diduga bolos berjamaah (Foto/Jejak.co)

JEJAK.CO, Sumenep – Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Mohammad Hanafi berang saat dua instansi memaparkan data berbeda soal dugaan ASN bolos di Rumah Sakit (RS) Abuya Kangayan.

Dua instansi itu adalah Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep. Keduanya bersama Inspektorat dipanggil Komisi I DPRD Sumenep, Jumat sore (15/10/2021).

Dalam pertemuan itu, Dinkes Sumenep memaparkan data bahwa yang hadir atau masuk ke RS Abuya Kangayan sebanyak 43 orang dari total 70 ASN yang bertugas di sana.

Dinkes membantah ASN yang bertugas di RS Abuya tidak bekerja. Alasannya, sebagian dari ASN yang ada bertugas di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep sebanyak 4 orang dan sebagian yang lain ditugaskan mengurus SPJ. Setelah selesai mengurung SPJ, mereka kembali bertugas di RS Abuya.

Penjelasan pihak Dinkes dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi I DPRD Sumenep itu langsung disanggah oleh Hanafi.

Hanafi berang karena data yang disampaikan Dinkes tidak sinkron dengan hasil sidak yang dilakukan BKPSDM. Hanafi membeberkan, data dari BKPSDM, ASN yang hadir ke RS Abuya sebanyak 59 orang. Dengan keterangan 7 orang sakit, 2 izin dan dua lainnya ada tugas.

Hanafi bahkan menuding Dinkes berbohong soal penjelasan ASN yang kembali ke RS Abuya Kangayan setelah ngurus SPJ.

Menurutnya pihaknya sudah kantongi data soal dugaan ASN bolos secara berjamaah. Jauh sebelum adanya berita ASN bolos, Hanafi ternyata telah mengutus orang ke RS Abuya Kangayan untuk memantau ASN setiap hari. Ditemukan sekitar 15-20 orang yang bertugas di sana.

Menurut Hanafi, ASN mulai berdatangan dari daratan ke pulau setelah ramai di media massa dan ada perintah untuk apel.

“Itu baru datang. Ada banyak ASN yang baru datang dari daratan. Sebelumnya tidak pernah ada apel. Dan setelah ada apel kemudian berbondong-bondong datang ke pulau,” bebernya.

Bahkan, Hanafi juga mengantongi identitas ASN yang tiap hari ada di daratan. Ia menduga sudah satu tahun orang tersebut ada di rumahnya. “Tiap hari mata saya sendiri melihat orang itu.

Hanafi menduga, ASN yang selama ini ditengarai bolos diduga sengaja dilindungi. Oleh karena itu pihaknya meminta agar semua ASN yang bertugas di RS Abuya dikembalikan, termasuk yang ditugaskan di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep.

“Laksanakan tugasnya. Jangan korbankan masyarakat Pulau Kangean,” pintanya.

Kalau setelah ini tidak dikembalikan ke RS Abuya, Hanafi akan laporkan ASN yang diduga bolos ke KSN.

Senin ini sudah tidak ada lagi ASN RS Abuya berkeliaran di daratan. Semuanya termasuk Dinkes sudah komitmen,” terangnya usai rapat.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono saat diwawancarai usai rapat mengatakan bahwa tidak ada ASN yang bolos. Mereka tidak masuk karena ada alasan yang berbeda, salah satunya ngurus SPJ dan ada sift.

Saat dikonfirmasi soal data yang tidak sinkron, Agus juga membantah. Menurutnya data yang disampaikan sudah sesuai fakta. Kemungkinan data antara BKPSDM dengan Dinkes di waktu yang berbeda. Pihaknya menyebut data 43 ASN yang masuk pada Senin 11 Oktober 2021.

“Tunggu dulu, ini kapan dilakukan sidak oleh BKPSDM,” jawabnya.

Ditanya soal sanksi, pihaknya mengatakan harus ada sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Kendati demikian Agus mengatakan bahwa semua pihak terkait akan bergerak dan berkomitmen akan memaksimalkan layanan di RS Abuya Kangayan.

Berdasarkan data yang diterima jejak.co, sidak BKPSDM dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Oktober 2021.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya