Berdasarkan BMKG, Intensitas Hujan Semakin Tinggi, BPBD Imbau Masyarakat Waspada – Jejak

logo

Berdasarkan BMKG, Intensitas Hujan Semakin Tinggi, BPBD Imbau Masyarakat Waspada

Jumat, 27 Desember 2019 - 21:24 WIB

4 tahun yang lalu

Gambar ilustrasi (ist)

JEJAK.CO – Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, intensitas hujan di ujung timur Pulau Madura Daerah ke depan akan semakin tinggi. 

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep R Abd Rahman Riadi mengimbau agar masyarakat di Kota Keris ini lebih berhati-hati saat hujan deras.

“Sesuai surat dari BMKG, akan terjadi intensitas curah hujan yang cukup tinggi, disertai dengan angin kencang, termasuk angin puting beliung dan petir,” terangnya kepada media ini, Jumat (27/12/2019).

Untuk itu, maka pertama kata Rahman, hendaknya masyarakat Kota Sumekar tidak membuang sampah di selokan atau ke dalam gorong-gorong. Sebab, hal itu dapat menyebabkan drainase atau saluran pembuangan air jadi mampet. Sehingga pada gilirannya dapat menyebabkan terjadinya genangan air bahkan banjir.

Kedua, perlu ada gerakan reboisasi sejak dini, tidak melakukan penebangan pohon secara serampangan. Karena menurutnya pohon itu merupakan salah satu resapan air dan untuk menghindari adanya bencana longsor.

“Jadi, pohon yang tumbuh di permukaan-permukaan tebing, di perbukitan yang ada di pedesaan, itu jangan ditebang pohonnya, itu mencegah banjir dan longsor,”

Rahman mengutarakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menginstruksikan adanya reboisasi kepada daerah-daerah yang mengalami kekeringan atau yang mudah longsor.

Yang ketiga, tidak membakar sampah atau apa pun di dekat akar pohon yang masih sehat. Menurutnga kegiatan itu juga mengakibatkan batang dan akar pohon menjadi cepat rapuh.

“Itu yang menyebabkan kejadian-kejadian pohon tumbang dan rawan bencana lain sebagainya,” terang mantan Sekretaris Bapedda Sumenep pada tahun 2010-2016 itu.

Sebelum mengakhiri keterangan Rahman Riadi berharap kepada masyarakat, apabila menjumpai pohon-pohon tua di tempat yang rawan, agar melaporkan kepada instansi terkait, baik DLH (Dinas Lingkungan Hidup, red) atau BPBD.

“Jadi, kita bisa melakukan penebangan, pemangkasan, sehingga manakala terjadi angin puting beliung dan pohon itu akarnya rapuh, tidak mencederai masyarakat,” pesannya.

Rahman mencontohkan, salah satu faktor yang menyebabkan tumbangnya pohon besar di Desa Nambakor beberapa waktu lalu. “Seperti kejadian kemarin di Nambakor, itu pohonnya sudah tua, akarnya sudah rapuh,” pungkasnya.

Penulis : Mazdon
Editor : Haryono


Baca Lainnya