Bappeda Sumenep Ajak Awali Tahun Baru Islam dengan Budaya Inovasi – Jejak

logo

Bappeda Sumenep Ajak Awali Tahun Baru Islam dengan Budaya Inovasi

Senin, 15 Juni 2026 - 08:23 WIB

3 minggu yang lalu

JEJAK.CO, Sumenep – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tahun 2026 sebagai momentum membangun budaya inovasi.

Semangat perubahan yang melekat pada Tahun Baru Hijriah, kata Arif, sejalan dengan upaya mendorong pembangunan daerah yang lebih adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan makna Tahun Baru Islam tidak semestinya dimaknai sebatas pergantian kalender. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menghadirkan perubahan melalui gagasan, kreativitas, dan inovasi dalam setiap proses pembangunan.

Menurut Arif, tantangan pembangunan daerah terus berkembang seiring perubahan sosial, ekonomi, hingga kemajuan teknologi. Karena itu, pemerintah daerah dituntut mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Budaya inovasi harus menjadi bagian dari cara kerja pemerintah. Perencanaan pembangunan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu melahirkan solusi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bappeda terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah agar membangun ekosistem inovasi di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut dilakukan melalui penyusunan program yang berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Arif menilai inovasi bukan hanya identik dengan penerapan teknologi digital. Inovasi juga dapat diwujudkan melalui penyederhanaan layanan, penguatan koordinasi antarinstansi, hingga pengembangan program yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, Kabupaten Sumenep memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan inovatif. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan desa membutuhkan terobosan agar mampu memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

“Setiap perangkat daerah harus berani melakukan pembaruan. Inovasi menjadi salah satu kunci agar pembangunan berjalan lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah. Komitmen untuk terus berinovasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas.

Karena itu, Bappeda mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat untuk menjadikan semangat Tahun Baru Islam sebagai awal memperkuat budaya inovasi di Kabupaten Sumenep.

“Semangat 1 Muharram mengajarkan pentingnya perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Nilai itu harus kita terjemahkan dalam pembangunan melalui inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah,” tutur Arif.

Melalui momentum 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap budaya inovasi semakin tumbuh di seluruh sektor. Dengan begitu, setiap program pembangunan tidak hanya mampu memenuhi target, tetapi juga menghadirkan manfaat yang nyata, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (har)


Baca Lainnya