Alih Fungsi Lahan Bisa Menimbulkan Masalah krusial di Hari Esok – Jejak

logo

Alih Fungsi Lahan Bisa Menimbulkan Masalah krusial di Hari Esok

Kamis, 4 November 2021 - 12:35 WIB

3 tahun yang lalu

Aksi BEMSU ke kantor Pemkab Sumenep (Foto/Jejak.co)

JEJAK.CO, Sumenep – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) menganggap kinerja Pemkab Sumenep gagal menuntaskan problematika alih fungsi lahan.

Pasalnya, masalah alih fungsi lahan sudah kerap mendapat penolakan oleh banyak kalangan sejak bertahun-tahun di Kota Keris ini. Sayangnya, sampai sekarang pemkab belum mampu menyelesaikan masalah tersebut.

“Sejak bertahun-tahun lamanya ditolak melalui berbaagai gerakan, baik masyarakat atau mahasiswa, hingga saat ini masih belum ada tindakan jelas dari pemerintah untuk menertibkan dan memberikan perlindungan terhadap masyarakat lokal,” Kata Nur Hayat, Koordinator BEMSU, Saat menggelar aksi di depan kantor pemkab setempat, Rabu (3/11/2021).

Hayat menilai masifnya industrialisasi di sepanjang pantai pantura di ujung timur pulau Madura ini bisa menimbulkan masalah krusial di hari esok.

Pasalnya, tidak sedikit kepemilikan tanah masyarakat dialihfungsikan menjadi kegiatan industri. Mirisnya lagi, sebagian tanah rakyat statusnya sudah milik investor dan pemodal.

“Secara pandangan ekonomi jangka panjang, ini menjadi catatan buruk bahwa 10 hingga 15 tahun mendatang bisa saja anak cucu kita menjadi asing di bumi sendiri,” kata Hayat.

Hayat menilai massifnya industrialisasi di wilayah pantura hanya menjadi lahan basah bisnis segelintir elit saja.

“hal ini menjadi indikasi dasar bahwa kehadiran investasi dan pembangunan di Kabupaten Sumenep tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat secara umum,” tuturnya.

Oleh karena itu, Hayat menuntut agar pemkab menertibkan alih fungsi lahan di Kota Sumekar ini.

“Hentikan segala tindakan alih fungsi lahan di Kabupaten Sumenep dan tindak tegas tambak udang nakal tanpa terkecuali,” pintanya.

Sementara itu, Achmad Masuni, mewakili Bupati Sumenep mengatakan bahwa aspirasi mahasiswa akan disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

“Aspirasi kalian akan kami rembukkan,” terangnya.

Tak hanya itu, Masuni menandatangani lampiran MoU yang menjadi tuntutan mahasiswa, di antaranya adalah pengentasan kemiskinan, alih fungsi lahan, pembinaan pada pemuda dalam regenerasi produksi pertanian dan represifitas aparat keamanan.

Penulis : Rifand NL
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya