JEJAK.CO, Sumenep – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus mendorong masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan sehari-hari. Upaya itu dilakukan untuk menekan meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang dipicu pola hidup kurang bergerak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kampanye hidup sehat dan gerakan aktivitas fisik di kawasan Taman Bunga Sumenep, Minggu (22/6/2026). Kegiatan yang digelar Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) itu diikuti sekitar 100 peserta dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak melakukan berbagai aktivitas fisik sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui gerakan sederhana yang dapat dilakukan secara rutin.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, mengatakan kampanye tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik dalam mencegah penyakit tidak menular.
Menurutnya, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga obesitas. Risiko tersebut dapat ditekan apabila masyarakat membiasakan diri bergerak secara teratur.
Ia menjelaskan, aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten mampu meningkatkan kebugaran, memperkuat otot dan tulang, serta menjaga fungsi jantung tetap optimal. Kebiasaan itu juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Selain berdampak pada kesehatan fisik, aktivitas bergerak dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Rutin berolahraga dapat membantu mengurangi stres, menekan rasa cemas, hingga menurunkan risiko depresi.
Drg. Ellya menegaskan, perubahan perilaku masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. Karena itu, edukasi mengenai hidup sehat harus diikuti dengan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat Sumenep tidak hanya mengetahui pentingnya hidup sehat. Masyarakat juga harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk rutin bergerak. Aktivitas fisik perlu menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan masyarakat yang aktif bergerak, risiko penyakit tidak menular dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat akan semakin baik,” pungkasnya. (har)











