Warga Masalembu Konsumsi Beras Berkutu Setelah Dilanda Badai – Jejak

logo

Warga Masalembu Konsumsi Beras Berkutu Setelah Dilanda Badai
Dewan Minta Pemerintah Cari Solusi

Senin, 27 Februari 2023 - 18:24 WIB

3 tahun yang lalu

Badai yang melanda Pulau Masalembu memicu kelangkaan bakan pokok, warga terpaksa konsumsi beras berkutu (Foto/Jejak.co)

JEJAK.CO – Badai yang melanda wilayah Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memicu kelangkaan bahan pokok. Pasokan kebutuhan pokok terhenti sejak badai melanda tiga minggu terakhir.

Di tengah kesulitan mencari bahan pokok, warga rela beli beras berkutu untuk dikonsumsi sehari-hari. Bahkan, beras berkualitas jelek itu sulit didapatkan.

“Sangat langka sekarang. Bahkan beras banyak kutunya sekarang dikonsumsi,” kata Komaruddin melalui sambungan seluler, Senin (27/2/2023).

Sejak dilanda badai, harga beras melambung tinggi. Untuk beras yang berkutu saja mencapai antara Rp 15- 17 ribu per kilogram. “Itu harga beras paling murah, beras yang banyak kutunya. Biasanya harga normal beras yang layak dikonsumsi sekitar Rp12,5 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Yang lebih memprihatinkan, warga hanya bisa beli beras dua kilogram per orang. Akibat kelangkaan bahan pokok itu, sebagian warga beralih konsumsi ketan dengan harga Rp16 ribu per kilogram.

“Beras jagung juga naik. Biasanya harga Rp 12 ribu, sekarang naik Rp 15-16 ribu per kilogram. Termasuk harga bahan lainnya juga naik, seperti rokok,” ungkapnya.

Komaruddin kemudian menceritakan, banyak wara Masalembu yang memasak pakai kayu bakar, sebab stok LPG habis.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep asal Pulau Masalembu Darul Hasyim Fath membenarkan krisis bahan pokok yang terjadi di daerahnya.

Darul menuturkan, aktivitas perdagangan dari daratan ke Masalembu terhenti sejak kapal tak bisa berlayar. “Sejak 20 hati yang lalu, kapal sudah tidak bisa berlayar, otomatis perdagangan terhenti,” ungkapnya.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep itu menjelaskan, badai datang setiap tahun. Biasanya antara Desember hingga Maret. Namun peristiwa saat ini berbeda dari tahun sebelumnya.

“Biasanya badai terjadi sepekan, tapi siklus badai sekarang di luar prediksi. Badai datang tanpa henti selama tiga pekan secara beruntun.

Warga Masalembu harus mencari alternatif lain selain beras untuk konsumsi setiap hari (Foto/Jejak.co)

Politisi PDI Perjuangan itu berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur secepatnya merespon krisis bahan pokok di Pulau Masalembu.

Dia menyarankan menggunakan kapal perang milik TNI untuk dikerahkan menyuplai sembako ke Masalembu. “Karena kapal perang itu tahan badai,” ujarnya.

Menurut Darul, Polres Sumenep telah berinisiatif mengirim sembako ke Masalembu, namun urung karena badai belum reda,” imbuh Darul.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya