Sekjend PDI Perjuangan : Jadikan Gatotkaca Cermin Keberanian di Tengah Krisis Moral – Jejak

logo

Sekjend PDI Perjuangan : Jadikan Gatotkaca Cermin Keberanian di Tengah Krisis Moral

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:26 WIB

1 hari yang lalu

Foto/ist.

JEJAK.CO – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak masyarakat menjadikan Gatotkaca sebagai teladan di tengah menguatnya kekhawatiran terhadap lunturnya keberanian membela kebenaran.

Ajakan itu disampaikan Hasto ketika menghadiri pagelaran wayang kulit bertajuk Lahirnya Gatotkaca yang dibawakan dalang Ki Minto Darsono di Pendopo Kabupaten Blitar, Senin malam (15/06/2026).

Pentas tersebut menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno sekaligus malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau Satu Suro.

Menurut Hasto, Bung Karno menaruh kekaguman besar kepada sosok Gatotkaca karena melambangkan keberanian, pengorbanan, dan keberpihakan kepada rakyat. Nilai-nilai itu, kata dia, justru semakin dibutuhkan ketika banyak orang memilih diam menghadapi ketidakadilan.

“Belajarlah dari Gatotkaca. Jadilah ksatria yang berani membela rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Hasto.

Ia kemudian mengulas kisah Arjuna dan Adipati Karna sebagai gambaran bahwa kehidupan tidak pernah hanya diisi oleh kebaikan atau keburukan semata. Pilihan hidup, kepentingan, dan kekuasaan sering kali membawa seseorang pada jalan yang berbeda. Karena itu, manusia dituntut menjaga keseimbangan moral agar sisi baik tetap menjadi penuntun dalam setiap keputusan.

Hasto juga mengingatkan pentingnya menjalani kehidupan secara sederhana. Filosofi Jawa eling lan waspada, menurut dia, mengajarkan manusia agar tidak melupakan asal-usul sekaligus selalu berhati-hati dalam menggunakan kekuasaan maupun menghadapi perubahan zaman.

Dalam pandangannya, pesan moral pewayangan tidak hanya hadir melalui para ksatria. Kehadiran Punokawan—Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong—justru menjadi pengingat bahwa rakyat merupakan pusat pengabdian seorang pemimpin. Seorang ksatria, kata dia, seharusnya melayani rakyat, bukan meminta rakyat melayani dirinya.

Hasto turut menyinggung falsafah Jawa Sedulur Papat Limo Pancer sebagai ajaran tentang hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta. Nilai-nilai tersebut, menurut dia, tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Melalui pagelaran budaya itu, Hasto mengajak generasi muda, mahasiswa, birokrat, dan calon pemimpin bangsa untuk merawat keberanian moral sebagaimana dicontohkan Gatotkaca: teguh membela kebenaran, menjaga integritas, dan mengabdi kepada kepentingan rakyat. (*/har)


Baca Lainnya