Sejarah Baru Kepemimpinan Bupati Fauzi – Jejak

logo

Sejarah Baru Kepemimpinan Bupati Fauzi

Senin, 1 Maret 2021 - 16:32 WIB

3 tahun yang lalu

Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat sidak Keraton Sumenep yang difungsikan seperti masa kerajaan tempo dulu (Foto: Jejak.co)

Sumenep, Jejak.co – Keraton Sumenep yang menjadi rumah dinas (rumdis) bupati telah berbeda dari sebelumnya. Peninggalan Raja Sumenep ini memiliki nilai sejarah yang tak dimiliki daerah lain.

Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep berbeda dengan daerah lain. Bangunan yang ditempati orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu merupakan peninggalan raja yang sampai saat ini masih kokoh.

Namanya Keraton Sumenep. Di dalamnya terdapat pendopo dan museum peninggalan para raja. Setiap ada kegiatan pemerintahan, selalu di tempatkan di sana. Bangunan tersebut memiliki makna sejarah dan budaya yang sampai saat ini tetap terjaga.

Untuk merawat kebudayaan yang ada, bupati anyar langsung menyulap Keraton Sumenep seperti tempo dulu. Hal itu diberlakukan sejak hari pertama kerja Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Senin (1/3) 2021). Kebijakan itu menjadi sejarah baru di Kota Keris ini.

Achmad Fauzi yang baru saja dilantik 26 Februari 2021 mengubah suasana Keraton Sumenep. Semua penjaga, staf, pramusaji, dan orang-orang yang ada di lingkungan keraton, mulai sekarang diwajibkan menggunakan pakaian adat keraton seperti zaman dulu.

Selain itu, dalam area keraton tidak diperkenankan memainkan atau memperdengarkan musik modern. Fauzi membuat kebijakan, yang diperbolehkan hanya musik tradisional dan klenengan yang ada di Keraton Sumenep.

Tidak hanya itu, Fauzi juga menjadikan Labang Mesem sebagai pintu utama masuk keraton atau rumah dinasnya. Di sana terdapat petugas jaga berpakaian adat. Para penjaga itu tampak menyambut setiap orang yang hendak masuk ke area keraton.

Dulu, pintu utama masuk rumdis dari arah utara. Sekarang pintu utama diubah dari arah selatan (Lambang Mesem). Ke depan siapapun yang hendak masuk keraton, atau bertamu ke rumah dinas bupati, harus melalui Labang Mesem, sama seperti pada masa kerajaan.

Dengan demikian, setiap tamu atau pengunjung yang masuk ke Keraton Sumenep akan melihat suasana seperti pada masa kerajaan.

“Siapapun yang datang akan merasakan nuansa keraton, dan pada akhirnya akan dapat menyimpulkan bahwa nilai-nilai budaya keraton di Sumenep masih terjaga dengan baik,”kata Fauzi.

Semua itu dilakukan untuk menjaga budaya keraton yang selama ini mulai ditinggalkan. Kebijakannya diyakini akan mengangkat citra budaya Sumenep dengan keraton sebagai ciri khasnya. Langkah ini juga sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap Raja Sumenep beserta keturunannya.

“Sebelum dilantik, saya sudah menyampaikan agar budaya dan tata cara masuk keraton diubah, dalam artian dikembalikan ke nuansa masa lalu,” ungkap Fauzi usai sidak di hari pertama kerja.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, tamu yang masuk Keraton Sumenep dilarang merokok. Selain itu, kegiatan pemerintahan juga akan dibatasi. Pemerintah akan menyeleksi kegiatan yang boleh di tempat di pendopo Keraton Sumenep. Semua itu untuk menjaga dan merawat bangunan keraton sebagai cagar budaya.

Penulis : Haryono
Editor : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya