Renovasi Fasilitas Pantai Lombang Capai 70 Persen, Ketua DPRD Sumenep: Harus Jelas PAD-nya  – Jejak


logo

Renovasi Fasilitas Pantai Lombang Capai 70 Persen, Ketua DPRD Sumenep: Harus Jelas PAD-nya 

Selasa, 15 Oktober 2019 - 11:15 WIB

1 bulan yang lalu

Salah satu pembangunan menara di Pantai Lombang (Foto/Mazdon)

JEJAK.CO-Renovasi atau perbaikan fasilitas Pantai Lombang yang dianggarkan Rp2,1 miliar sudah mencapai 70 persen. Sementara alokasi anggaran yang dicairkan oleh pemerintah pusat adalah 25 persen.

Kabid Pemuda dan Olahraga di lingkungan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Moh Iksan mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu pencairan DAK atau dana alokasi khusus dari pemerintah pusat.

“Ini posisi yang sudah dicairkan oleh pusat adalah 25 persen dari anggaran. Progres sudah mencapai 70 persen. Sehingga apa, kontraktor masih belum terbayarkan dari progres yang sudah diperoleh tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Iksan akrab disapa, maka pihaknya mengaku masih menunggu pencairan 75 persen sisa anggaran yang nantinya akan dicairkan oleh pemerintah pusat.

Iksan mengutarakan bahwa program ini merupakan pekerjaan masif yang mesti segera diselesaikan. Untuk itu, pihaknya mengaku sudah menurunkan konsultan yang ditugaskan khusus untuk mengawasi program atau pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Mana yang kurang, dan yang jelas kita sudah menurunkan konsultan untuk mengawasi,” terangnya.

Dijelaskan, pembangunan itu meliputi 6 titik pengerjaan. Yaitu, pembangunan gedung tourism information centre (TIC), jalan setapak, area parkir, gardu pandang, menara gardu pandang, dan yang terakhir adalah toilet. “Dan semuanya itu nilainya 2.1 M,” ungkapnya.

Selanjutnya dia menyampaikan bahwa dalam minggu ini dirinya akan turun langsung. “Insya Allah minggu ini saya akan melakukan pengawasan secara melekat ke sana, tanpa ada pendamping-pendamping siapa pun,” katanya.

Hal tersebut direncanakan karena pihaknya ingin program ini benar-benar terealisasi dengan maksimal.

Karena beberapa kali dirinya ke lokasi, pekerjaan tersebut dinyatakan sesuai dengan dokumen yang ada dari pihak pengadaan.

Ditanyakan berapa tenggat waktu yang tersedia? Iksan menjawab, hanya disediakan 120 hari kerja. “Kita kemarin 120 hari kerja, makanya harus dituntaskan,” katanya.

“Harus selesai akhir tahun. Kalau ndak, ya berarti ada 2 kemungkinan. Yang pertama diputus kontrak, dan yang kedua itu diblacklist,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Abdul Hamid Ali Munir berharap anggaran tersebut bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan sesuai perencanaan.

“Dana besar itu harus benar-benar berdampak positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar, pada khususnya, juga pada wisatawan luar pada umumnya. Terutama juga nanti harus jelas PAD-nya untuk daerah,” pesannya singkat.

Penulis : Mazdon
Editor    : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya