Kuliah Tamu STKIP PGRI Sumenep, Qamar : di Era 4.0 Butuh Teknologi Pembelajaran Matematika – Jejak


logo

Kuliah Tamu STKIP PGRI Sumenep, Qamar : di Era 4.0 Butuh Teknologi Pembelajaran Matematika

Kamis, 24 Oktober 2019 - 20:40 WIB

2 bulan yang lalu

Qamar foto bersama mahasiswa STKIP PGRI Sumenep saat Kuliah Tamu Matematika

JEJAK.CO-Menghadapi evolusi pendidikan era 4.0, Sekolah Tinggi Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep, Madura, Jawa Timur menyelenggarakan kuliah tamu untuk mahasiswa prodi pendidikan Matematika.

Forum ilmiah itu berlangsung di aula Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis siang (24/10/2019).

Kuliah tamu yang diisi oleh Kawakibul Qamar, dosen Universitas Kanjuruhan Malang ini mengangkat tema ‘Teknologi Pembelajaran Matematika; Persiapan Evolusi Pendidikan 4.0.

Wakil Ketua I Bidang Akademik Jamilah, mewakili Ketua STKIP PGRI Sumenep Asmuni, berharap agar seluruh peserta kuliah dapat menyerap transfer ilmu yang disampaikan oleh narasumber.

“Kepada semua mahasiswa, dimohon untuk menyerap ilmu yang akan ditransferkan oleh narasumber. Karena saya yakin, beliau adalah narasumber yang kompeten di bidang Matematika, dan kegiatan ini sudah dipersiapkan selama satu minggu,” paparnya singkat.

Ketua Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumenep Lilis Mariatul Fitriyah, yang bertugas sebagai moderator dalam kegiatan ini, tampil cukup hangat dan akrab memandu jalannya diskusi.

Sehingga, saat dimulai, peserta kuliah Matematika tambahan yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Matriks cukup khidmat dan antusias.

Qamar, akrab disapa, memulai diskusi dengan cara memastikan tempat duduk peserta didik perangkatan. Sebagai pengantar awal, Qamar mengutip pesan Sayyidina Ali, bahwa orang yang baik itu adalah mereka yang harinya saat ini lebih baik dari harinya yang kemarin.

“Seperti pembelajaran Matematika, persiapan evolusi pendidikan 4.0,” paparnya.

Qamar kemudian menjelaskan bahwa evolusi atau perubahan secara perlahan-lahan itu ada kaitannya dengan revoluasi industri 4.0. Bedanya, dampak perkembangan di dunia pendidikan bersifat evolutif, sedangkan perubahan di dunia industri lebih bersifat cepat dan luar biasa. Akan tetapi, keduanya sangat erat kaitannya.

Kawakibul Qamar saat menyampaikan materi tentang pembelajaran teknologi matematika, Kamis (24/10/2019)


Pria yang pernah menetap di Mandarin selama 6 bulan itu menjelaskan, ada 4 tahap perkembangan di dunia pendidikan, sebagaimana revolusi industri 1.0, itu terjadi pada tahun 1780 dimana ketika itu industrialisasi pertama kali terjadi di Inggris.

“Yang awalnya manusia menggunakan tenaga hewan dan manusia dalam kesehariannya, mulai bergeser dengan adanya mesin uap,” terangnya.

Dituturkan mengenai kronologi revolusi industri dari tahun 1780, kemudian tahun 1900 saat ditemukannya listrik pertama kali, 1970 ditemukan listrik arus rendah dimana penemuan itu juga disusul dengan diciptakannya komputer dan segala macamnya, hingga revolusi induatri 4.0.

“Sedangkan dalam dunia pendidikan, juga terjadi perubahan (evolusi, red.). Pertama, evolusi pendidikan 1.0, dimana ketika itu sistem pembelajaran masih bersifat otoriter, siswa bersifat pasif dan sistem berpusat pada guru,” paparnya.

Disusul kemudian evolusi pendidikan 2.0, mulai ada komunikasi dan kolaborasi antara siswa dengan guru, yaitu dengan cara menghafal, dan sudah ada RPP. Evolusi pendidikan 3.0, mulai ada pendekatan pada siswa, posisi guru sebagai fasilitator, penasihat, dan pembelajar. 

Disamping itu, pembelajaran lebih banyak menggunakan dialog dan pemanfaatan adanya teknologi digital sebagai alat pembelajaran.

“Nah, evolusi pendidikan 4.0 ini yang akan kita bicarakan,” jelas Qamar lebih lanjut.

Dalam pembelajaran 4.0, jelas Qamar, dituntut untuk bisa memaksimalkan adanya teknologi dan segala macam perkembangan lainnya sebagai alat atau media dalam dunia pendidikan. 

“Kita dituntut untuk terus beraktivitas, melakukan inovasi yang kompetitif kapan pun dan dimana pun. Whenever and wherever, flipped classroom aplied, interactive practical exercise, face to face, internet of thing (IoT),” terangnya menirukan cara orang Inggris menyampaikan.

“Kalau kalian merupakan calon guru, maka semua barang yang kamu lihat adalah media pembelajaran,” imbuhnya, sebelum ia lebih jauh menjelaskan bagaimana kaitan antara teknologi dan Matematika, dilanjutkan pembahasan mengenai bagaimana teknologi pembelajaran Matematika.

Pada awalnya, dalam evolusi pendidikan 1.0 (e.p. 1.0) siswa disuruh hanya sekadar mengunduh apa yang ada dalam materi, kemudian siswa diperbolehkan mengakses apa yang dikehendaki (e.p. 2.0), lalu siswa dibiarkan mencari sendiri apa yang hendak dipelajari (ep. 3.0), dan kini siswa dituntut bagaimana bisa menemukan apa yang baru dari materi atau pembelajaran yang telah ada (ep. 4.0).

“Dan itu tentu juga mesti dibarengi dengan bagaimana pemanfaatan ketersediaan teknologi yang terus semakin berkembang saat ini,” tukasnya, sebelum kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari peserta.

Qamar berharap, mahasiswa STKIP PGRI Sumenep tidak sekadar menyerap apa yang disampaikannya, tapi bagaimana pembahasan yang ia utarakan benar-benar dapat diaplikasikan dalam pembangunan di bidang pendidikan, khususnya oleh HMP Matriks STKIP PGRI Sumenep yang mengikuti kuliah tamu dari pukul 13.00 WIB. sampai 15.30 WIB kala itu.

Penulis : Mazdon
Eeitor    : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya