Jelang Pilbup, Ini Pesan KPK ke Santri Annuqayah – Jejak

logo

Jelang Pilbup, Ini Pesan KPK ke Santri Annuqayah

Sabtu, 15 Februari 2020 - 17:52 WIB

6 tahun yang lalu

Jejak.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) mendatangi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, Jumat (14/2/2020).

Kedatangan lembaga antirasuah itu dalam rangka memberikan edukasi tentang bahaya korupsi dan pendidikan politik bersih tanpa money politic, yang dikemas dengan diskusi publik dengan tema “Edukasi Politik; Santri Melawan Korupsi”.

Dalam kegiatan ini, KPK menggandeng Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Guluk-guluk. Di depan santri dan mahasiswa, perwakilan dari KPK menyampaikan tentang bahaya korupsi dan peran santri dalam menanggulanginya.

“Identitas santri sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan ilmu-ilmu agama, melainkan luas, menyangkut segala disiplin keilmuan. Begitulah kira-kira santri, sehingga perannya dalam menangkal korupsi sangatlah dibutuhkan oleh negara ini,” Rofie Haryanto, perwakilan KPK RI.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diperangi. Salah satu yang perlu diwaspadai dan diawasi jalannya politik terutama pada saat pemilihan umum. Apalagi tahun ini kabupaten Sumenep akan menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada). Maka santri harus berperan di dalamnya.

“Jika terjadi kejanggalan, lihat, lawan dan laporkan! KPK bersama kalian jangan pernah takut,” pesannya saat ditanya persoalan Sumenep dengan sejuta problem money politic.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Guluk-guluk Moh Faiq dalam sambutannya mengaku merasa senang bisa diajak kerja sama oleh KPK dalam mengkampanyekan menolak korupsi.

“Kami sangat berterimakasih pada pihak KPK RI telah hadir bersama kami dan juga pada pengurus pesantren atas izinnya untuk menempati ruangan serta mewajibkan santri mahasiswa untuk ikut kegiatan ini,” ungkap Faiq.

Mahasiswa Instika itu menyatakan bahwa kader PMII Guluk-guluk akan selalu menjadi garda terdepan melawan sistem politik elektoral yang menghamba pada kepentingan segelintir orang sehingga melahirkan prilaku koruptif.

“Jika kita tunduk dan takluk maka hanya memperpanjang sejarah perbudakan yang ada. Satu kata, lawan sampai tumbang. Salam!,” pungkasnya.

Kontributor : Yasid
Editor : Haryono


Baca Lainnya