HPN 2026: Media Berperan Strategis Membangun Literasi Publik – Jejak

logo

HPN 2026: Media Berperan Strategis Membangun Literasi Publik

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:40 WIB

6 hari yang lalu

Sekretaris Komisi I DPRD Sumenep, Saipul Rahhman (Foto/ist.)

JEJAK.CO – Sekretaris Komisi I DPRD Sumenep Saipul Rahman mengatakan, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan pers di tengah tantangan besar era digital.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun literasi publik sekaligus menangkal maraknya hoaks yang beredar di masyarakat.

Politisi PKB tersebut menilai, perkembangan teknologi informasi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), membawa dampak ganda bagi dunia jurnalistik. Di satu sisi membuka peluang percepatan arus informasi, namun di sisi lain berpotensi melahirkan disinformasi jika tidak diimbangi dengan profesionalisme dan integritas pers.

“Pers di era sekarang menghadapi tantangan luar biasa. AI dan hoaks menjadi ujian serius bagi kredibilitas media. Karena itu, independensi pers sangat urgen agar informasi yang disajikan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar legislator muda itu, Senin (9/2/2026).

Dia menekankan, pers tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu menyajikan berita yang benar-benar mendidik dan mencerahkan masyarakat. Literasi publik, kata dia, hanya dapat tumbuh jika media konsisten mengedepankan kebenaran, verifikasi, dan etika jurnalistik.

Selain fungsi edukasi, Saipul mengingatkan peran pers sebagai kontrol sosial yang efektif. Media dinilai harus tetap kritis, objektif, dan berani dalam mengawal kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas.

“Salah satu fungsi pers adalah sebagai kontrol sosial. Artinya pers harus tetap kritis dalam menyajikan berita sehingga masyarakat tercerahkan,” tegas legislator muda tersebut.

Melalui peringatan HPN 2026, pria yang karib disapa Ipung itu berharap insan pers terus menjaga independensi dan profesionalisme, serta memperkuat perannya sebagai pilar demokrasi yang mampu membangun literasi publik dan melawan hoaks di era digital. (har)


Baca Lainnya