Gedor Kemandirian Ekonomi, Sumenep Terapkan Strategi Money Follows Program – Jejak

logo

Gedor Kemandirian Ekonomi, Sumenep Terapkan Strategi Money Follows Program

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:59 WIB

4 jam yang lalu

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto (Foto/ist.)

JEJAK.CO, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep target pertumbuhan ekonomi makro di kisaran4 hingga 5 persen untuk tahun anggaran 2026. Target optimistis namun rasional ini bertumpu pada strategi penganggaran radikal money follows program yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengungkapkan bahwa target tersebut dipatok setelah melihat tren positif perekonomian daerah yang berhasil tumbuh sebesar 4,85 persen pada tahun sebelumnya.

Kendati demikian, Arif menegaskan bahwa fokus pemerintah tahun depan bukan sekadar mengejar grafik angka di atas kertas, melainkan pemerataan kualitas pertumbuhan itu sendiri.

“Melalui strategi money follows program, alokasi anggaran tidak lagi diecer rata ke setiap dinas, melainkan dikunci langsung pada program prioritas yang berdampak konkret di masyarakat. Langkah ini menjadi modal utama kami untuk mengejar target pertumbuhan 4 hingga 5 persen sekaligus memangkas angka kemiskinan di 126 pulau,” ujar Arif.

Arif membeberkan, tulang punggung untuk menggerakkan angka pertumbuhan tersebut adalah eksekusi program hilirisasi komoditas unggulan secara spasial.

Pemerintah daerah telah memetakan klaster ekonomi melalui Kawasan Strategis Ekonomi guna mendongkrak nilai tambah produk lokal. Di antaranya Wilayah kepulauan dan pesisir seperti Kecamatan Arjasa, Pasongsongan, akan digenjot sebagai pusat Minapolitan (perikanan). Sementara wilayah daratan seperti Kecamatan Rubaru difokuskan menjadi motor Agropolitan (pertanian). Langkah ini diambil demi mendongkrak produktivitas.

Arif menambahkan, gairah memacu laju PDRB ini dipastikan akan tetap berjalan selaras dengan prinsip berkelanjutan (green economy). Seluruh aktivitas industri hilir, termasuk pengelolaan sektor minyak dan gas bumi di Sapeken dan Ra’as, diwajibkan menjaga keseimbangan alam demi memulihkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Sumenep. (har)


Baca Lainnya