3 Dimensi Ramadan yang Perlu Ditingkatkan – Jejak

logo

3 Dimensi Ramadan yang Perlu Ditingkatkan

Sabtu, 25 Maret 2023 - 22:59 WIB

3 tahun yang lalu

Ilustrasi (Foto:Fixabay.com)

JEJAK.CO – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), dengan tiga rangkaian sidang Isbat akhirnya menetapkan 1 Ramadan 1444 H. jatuh pada hari Kamis, 23 Maret 2023 Masehi.

Dengan ditetapkannya awal puasa oleh Pemerintah maka umat Islam seyogyanya menyambut dengan penuh suka cita untuk lebih meningkatkan amal ibadah dan keimanan kita kepada Allah Swt. Karena dibulan suci ini, Allah Swt akan melipatgandakan amal ibadah dengan beragam bentuknya.

Untuk itu, dalam menyambut Ramadan Dr. K.H. Muhammad Zainul Majdi yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak seluruh umat Islam agar mengasah dan meningkatkan tiga dimensi Ramdan. (Dilansir YouTube Official INews).

Pertama, dimensi religius atau keislaman. Puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang keempat yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam.

Menurut TGB, puasa di bulan Ramadan dijadikan sebagai medium untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan terus berusaha memperbaiki kualitas keimanan dan mengasah kuantitas amal dan ibadah, serta membersihkan lahir batin dengan cara memperbanyak baca Quran, berzikir dan qiamul lail serta ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Kedua, dimensi kemanusiaan. Pada posisi ini umat Islam juga diajarkan untuk selalu meningkatkan kepedulian dan memperkuat solidaritas dan kesalehan sosial. Apalagi rakyat Indonesia baru saja melewati pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada ekonomi.

“Kita asah kepedulian kita terhadap orang-orang sekitar yang membutuhkan uluran tangan. Kalau kita bisa bantu mari kita bantu, kalau kita bisa berbagi mari kita berbagi,” pesannya.

Ketiga adalah dimensi kebangsaan. Pada bulan Ramdan ini banyak kesempatan untuk semakin memperkuat persatuan dan kesatuan sebagai umat yang berbangsa dan bernegara.

“Karena kita tahu di bulan Ramdan banyak momen-momen perjumpaan baik ketika beribadah, silaturahim dan halal-bihalal setelah Idulfitri. Perjumpaan-perjumpaan seperti itu senantiasa akan memperkukuh persaudaraan kita sebagai generasi bangsa,” ungkapnya.

Selain itu, TGB juga menjelaskan bahwa di bulan Ramadan sebenarnya diajarkan untuk membangun pengendalian diri dalam kehidupan berbangsa yang beragam dengan baik. Seperti dalam berucap, bersikap dan berperilaku tidak menyinggung orang lain.

“Dengan pengendalian diri yang baik kita akan bisa membangun kehidupan yang kondusif, tenteram jauh dari hoaks, caci maki, saling fitnah apalagi 11 bulan lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi,” pungkasnya. (redaksi).


Baca Lainnya