Reses DPRD Sumenep: Jeritan Kepulauan dari Pelabuhan Rusak hingga Listrik yang Tak Kunjung Nyala – Jejak

logo

Reses DPRD Sumenep: Jeritan Kepulauan dari Pelabuhan Rusak hingga Listrik yang Tak Kunjung Nyala

Rabu, 1 April 2026 - 10:03 WIB

8 jam yang lalu

Juru bicara Fraksi Nasdem, Samsiyadi menyampaikkan laporan hasil reses masa sidang II 2026 (Foto/Ist.)

JEJAK.CO, Sumenep — Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumenep menyoroti ketimpangan pembangunan wilayah kepulauan dalam laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026. Sejumlah persoalan mendesak, mulai dari infrastruktur dasar hingga layanan publik, masih membayangi kehidupan masyarakat.

Juru Bicara Fraksi NasDem, Samsiyadi, mengatakan pelaksanaan reses merupakan amanat peraturan tata tertib DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. “Reses menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan riil yang mereka hadapi,” ujarnya.

Reses II DPRD Sumenep berlangsung pada 9–16 Maret 2026, sebagaimana ditetapkan dalam rapat Badan Musyawarah. Seluruh anggota Fraksi NasDem, yang tersebar di berbagai daerah pemilihan, telah melaksanakan kunjungan dan menghimpun aspirasi warga.

Dari hasil reses itu, wilayah kepulauan menjadi sorotan utama. Warga Pulau Masalembu, misalnya, mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki pelabuhan yang rusak parah dan mempercepat penyelesaian pembangunan pembangkit listrik oleh PT PLN. Selain itu, masyarakat juga meminta kehadiran pos keamanan laut untuk menekan praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak ekosistem.

Keluhan serupa datang dari wilayah lain. Infrastruktur jalan di sejumlah pulau dinilai rusak hampir merata. Warga juga menuntut penyediaan kapal laut yang layak guna menunjang mobilitas antarpulau. Di Kecamatan Kangayan, masyarakat menyoroti belum tersedianya dermaga yang memadai, meski kebutuhan tersebut dinilai sangat mendesak.

Tak hanya infrastruktur, aspirasi juga menyentuh sektor ekonomi dan sosial. Warga mengusulkan penguatan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendorong kemandirian ekonomi. Peningkatan fasilitas olahraga desa serta perhatian terhadap atlet lokal juga menjadi perhatian.

Di sektor pendidikan, masyarakat meminta peningkatan kualitas sarana, tenaga pendidik, serta akses layanan pendidikan yang lebih merata.

“Seluruh aspirasi ini akan kami perjuangkan dalam pembahasan di DPRD agar menjadi prioritas pembangunan daerah,” kata Samsiyadi. (har)


Baca Lainnya