Ini Rahasia Perawatan Sapi Karapan di Madura, Diantaranya Harus Mandi 2 Kali Sehari – Jejak

logo

Ini Rahasia Perawatan Sapi Karapan di Madura, Diantaranya Harus Mandi 2 Kali Sehari

Rabu, 25 September 2019 - 19:33 WIB

5 tahun yang lalu

Muhammad Suro, warga asal Sumenep pecinta sapi karapan (Foto/Mazdon)

JEJAK.CO-“Barangsiapa mencintai sesuatu, maka dia (harus siap untuk menjadi) hambanya”.

Begitu kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan bagaimana kecintaan mereka pada sapi karapan yang telah melekat dengan budaya lokal orang Madura.

Kecintaan pada sepasang sapi karapan bahkan kadang melebihi kecintaannya pada dirinya sendiri. Itu dapat kita tengok dari bagaimana cara pemilik sapi karapan yang sempat diwawancarai oleh Jejak.co, Rabu (25/9/2019) menjelang siang, pada momen ‘Karapan Sapi Tanggapan dan Festival Kuliner dalam rangka Visit Sumenep 2019 di Lapangan Giling, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Asnawi, salah seorang pecinta sapi karapan asal Desa Langsar Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep menuturkan, tidak ada kata lelah untuk terus mencari cara bagaimana agar lari sepasang sapinya makin kencang dan staminanya tetap terjaga.

Iron, begitu ingin akrab disapa, mengaku bahwa untuk memperoleh sapi karapan yang handal, dibutuhkan perawatan ekstra, otomatis tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan.

Iron bercerita, sepasang sapi karapan yang ia miliki, rutin dimandikan setiap pagi dan sore hari. Selain itu, tiga kali dalam seminggu, seekor sapi karapannya rutin dicekokin jamu berupa 25 sampai 50 butir telur.

“Biasanya dicampur dengan jamu pagaran. Misalkan, kunyit, atau apalah, terserah,” katanya. “Itu dilakukan pada hari-hari biasa, dan lumrah dilakukan pada malam hari,” imbuhnya.

Beda halnya kalau menghadapi momen lomba, porsi jamu harus ditingkatkan. Sepasang sapi harus diterapi, dan telah dipersiapkan tiga bulan sebelumnya. Makan minumnya juga harus teratur. Minum tidak boleh berlebihan, khawatir lalu sapinya menjadi gemuk. “Jadi, kalau kegemukan, sapi itu tidak sehat,” terangnya.

Agar Kulit Sapi Mengkilap

Untuk mengkilatkan kulit sapi, Iron biasanya memakai kelapa, dicampurkan dengan jamu yang lainnya. Minimal 25 sampai 50 kelapa.

Caranya, kelapa itu diparut, kemudian diambil santannya. Santan itu lalu dicampur dengan telur, bumbu, dan lain-lain. Adukan jamu tersebut diminumkan rutin tiga kali dalam seminggu.

Menurut Iron, jika asupan jamu yang diterapikan itu bagus dan cocok, seiring waktu, kulit sapi akan mengkilap dengan sendirinya. “Ya, tapi ya itu, mandinya harus dijaga. Kandang harus bersih terus,” ujarnya.

Harus Difisik

Tidak hanya itu, setiap pagi, sepasang sapi karapan itu harus difisik (olahraga). Yaitu, dengan cara membawanya berjalan minimal jarak tempuh 2 kilometer. “Atau memutar lapangan sebanyak 25 putaran, rutin dalam satu minggu, paling tidak 2 kali,” katanya.

Menurutnya, latihan jalan dan lari itu dianjurkan di lapangan yang berdebu. “Karena apa, kalau debu itu bebannya kan berat. Nanti itu larinya akan terasa enteng dan kencang,” imbuhnya.

Nafas Sapi

Lari kencang saja tidak cukup. Karena bisa jadi ketika mengikuti lomba, sampai di separuh perjalanan, sapi sudah ngos-ngosan, tidak mampu eksis berlari kencang sampai di finis.

Untuk itu, sapi karapan juga harus diterapi dengan cara pera. “Biasanya dengan cuka, dan campuran lainnya rahasia,” tukasnya.

Harga Sapi yang Meraih Juara

Harga sapi yang berhasil meraih juara 1 Tingkat Kabupaten bisa mencapai kisaran harga Rp500 juta ke atas.

Itu sepasang, tegas Iron. Terkecuali kalau dibutuhkan satu ekor saja oleh pembeli. “Misalkan, punyaku satu melembek, dan yang satunya jago dalam hal lari. Begitu juga umpama punya orang yang hendak membeli. Maka biasanya akan dibeli satu, dan harganya juga beda. Tergantung komunikasi dan transaksi,” tutur pria asal Langsar yang mengaku telah menekuni hobi karapan sapi sejak kecil itu.

“Turun-temurun lah istilahnya, Mas,” tandasnya sebelum Karapan Sapi Tanggapan dalam Event Visit Sumenep 2019 dimulai.


Baca Lainnya