SUMENEP, Jejak.co – Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Sumenep menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data 2020-2024, angka HLS naik dari 13,20 tahun menjadi 13,59 tahun.
HLS merupakan indikator yang menggambarkan jumlah tahun pendidikan yang diharapkan dapat ditempuh oleh seorang anak. Indikator ini menjadi salah satu gambaran mengenai akses masyarakat terhadap pendidikan sekaligus bagian dari pengukuran pembangunan sumber daya manusia.
Berdasarkan data Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumenep Tahun 2026, HLS Kabupaten Sumenep pada 2020 tercatat 13,20 tahun. Angka tersebut meningkat menjadi 13,33 tahun pada 2021.
Kenaikan berlanjut pada 2022 dengan HLS mencapai 13,51 tahun. Setahun kemudian, angka tersebut kembali meningkat menjadi 13,58 tahun.
Pada 2024, HLS Kabupaten Sumenep mencapai 13,59 tahun. Dengan demikian, selama periode 2020-2024 terjadi peningkatan sebesar 0,39 tahun.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, k<span;>enaikan HLS menunjukkan adanya perbaikan dalam akses dan partisipasi pendidikan di Kabupaten Sumenep. Semakin tinggi HLS, semakin besar peluang generasi yang akan datang untuk memperoleh pendidikan dalam waktu yang lebih panjang.
Menurut Arif Meski mengalami peningkatan, pembangunan pendidikan di Sumenep masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah, terutama daerah kepulauan.
Kondisi geografis Sumenep yang memiliki wilayah kepulauan membuat akses terhadap layanan pendidikan tidak selalu sama dengan wilayah daratan. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu faktor yang perlu terus diperhatikan.
“Selain itu, distribusi tenaga pendidik juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pemerataan guru dibutuhkan agar peserta didik di setiap wilayah mendapatkan kesempatan belajar yang relatif sama,” ujarnya.
Peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi kebutuhan dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kenaikan HLS perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan yang diterima masyarakat.
Arif menegaskan, strategi peningkatan HLS ke depan tidak hanya berorientasi pada bertambahnya lama pendidikan yang ditempuh masyarakat. Pemerintah akan memastikan akses pendidikan yang berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di daratan maupun kepulauan.
“Sehingga, peningkatan HLS dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kualitas sumber daya manusia Sumenep. Pendidikan yang semakin mudah diakses dan berkualitas diharapkan mampu meningkatkan daya saing generasi muda sekaligus mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya. (har)











