Dewan Ungkap ASN Bolos Sejak Terima SK, BKPSDM Sumenep Akui Ada Anak Pejabat – Jejak

logo

Dewan Ungkap ASN Bolos Sejak Terima SK, BKPSDM Sumenep Akui Ada Anak Pejabat

Senin, 11 Oktober 2021 - 23:01 WIB

2 minggu yang lalu

Mohammad Hanafi, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep ungkap ASN bolos di kepulauan (Foto/Jejak.co)

JEJAK.CO, Sumenep – Dinas Kesehatan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat dipanggil Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Senin (11/10/2021).

Pemanggilan ini buntut dari ASN yang bertugas di Rumah Sakit Abuya Kangayan dan Puskesmas Arjasa yang ditengarai rajin bolos secara berjemaah.

“Kita mau tau progresnya seperti apa ternyata jawabannya sedang dalam proses. Dan sampai sekarang BKPSDM dan Inspektorat sedang menerjunkan tim untuk sidak ke Kecamatan Arjasa dan Kangayan,” kata Mohammad Hanafi, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep usai melakukan pertemuan dengan Inspektorat dan BKPSDM.

Politisi asal Kangean itu mengungkapkan bahawa dari 70 pegawai yang ditugaskan di Rumah Sakit Abuya Kangayan, hanya 15 sampai 20 orang yang masuk. “90 persen dari 70 pegawai itu asal daratan,”bebernya.

Yang lebih parah, ada ASN diduga tidak pernah masuk sejak terima SK. Naifnya lagi, di antara ASN itu kabarnya ada anak pejabat aktif dan mantan orang penting di lingkungan Pemkab Sumenep.

Hanafi kemudian menceritakan, hasil rekrutmen ASN 2019 untuk formasi Rumah Sakit Abuya Kangayan awalnya ditempatkan dibeberapa tempat di daratan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Karena saat itu Rumah Sakit Abuya belum beroperasi. Dan Baru beoperasi setahun yang lalu.

“Ketika Rumah Sakit Abuya sudah beroperasi kan harusnya dia kembali sesuai formasi yang dia ambil, sesuai SK Bupati untuk melaksanakan tugas di sana, ini ternyata ketika Rumah Sakit Abuya beroperasi tidak kembali ke tempat tugas dan berleha-leha di Sumenep,”ungkapnya dengan kesal.

Politisi Demokrat itu geram melihat tingkah laku ASN yang rajin bolos. Ia menyarankan ASN tersebut mengundurkan diri agar warga kepulauan tidak menjadi korban.

“Saya pesankan kepada ASN yang bolos itu, hanya ada dua pilihan. Kalau tidk sanggup jadi ASN silakan mengajuakn surat pengunduran diri atau pilihan yang kedua dipecat. Itu saja pilihannya tidak ad yang lain,”kesalnya.

Hanafi pesimis Dinkes, BKPSDM dan Inspektorat bisa memberikan sanksi tegas Ketika dihadapkan kepada putra-putri pejabat aktif maupun yang sudah pensiun. Kendati demikian ia tetap berharap instansi itu tidak memiliki beban psikologis untuk memberi tindakan tegas. “Ini kan soal keadilan. Ketika ada ASN yang lain menuntut keadilan kemudian mogok tidak masuk kerja, lalu jadinya seperti apa?” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Sumenep Abdul Madjid mengatakan, dalam rangka menindaklanjuti temuan ASN bolos, pihaknya telah mengutus tim untuk sidak.

“Tunggu saja hasilnya,”jawabnya kepada awak media.

Madjid mengakui bahwa di antara ASN yang bertugas di Rumah Sakit Abuya Kangayan memang ada anak pejabat. Namun ia belum bisa mengetahui ASN yang bolos adalah anak orang penting.

“Kurang begitu tahu anak pejabat mana, tapi anak pejabat ada,” ungkapnya.
Soal sanksi, Madjid belum bisa memastikan ASN yang diketahui bolos nakal akan disanksi berat hingga dipecat.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya