Malam Takbiran di Pendopo Agung, Pemkab Sumenep Ajak Warga Rawat Persatuan Pascaramadan – Jejak

logo

Malam Takbiran di Pendopo Agung, Pemkab Sumenep Ajak Warga Rawat Persatuan Pascaramadan

Senin, 2 Maret 2026 - 05:43 WIB

3 bulan yang lalu

Suasana Gema Takbir Idulfitri 1447 Hijriah di Pendopo Agung Keraton Sumenep dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat (Foto/ist.)

JEJAK.CO, Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep gelar Gema Takbir Idulfitri di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada malam 1 Syawal 1447 Hijriah.

Pemerintah memanfaatkan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Kembali Suci dengan Ampunan Ilahi, Merajut Silaturahmi dan Kebersamaan”, acara tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat. Suasana religius terasa ketika lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema di lingkungan pendopo.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mengatakan malam takbiran tidak hanya menjadi tradisi menyambut Hari Raya Idulfitri, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang mendalam bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan.

Menurut politisi PKB tersebut, gema takbir yang dikumandangkan merupakan bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam untuk menunaikan berbagai ibadah selama Ramadan hingga tiba pada hari kemenangan.

“Takbir yang kita kumandangkan malam ini merupakan ungkapan syukur atas nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada kita untuk menjalankan ibadah Ramadan,” kata Imam Hasyim.

Ia menilai Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antarsesama melalui sikap saling memaafkan dan meningkatkan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

Selain itu, semangat kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan diharapkan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. Menurutnya, solidaritas sosial, gotong royong, dan kekompakan warga harus terus dipelihara sebagai kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang telah terbangun selama Ramadan hendaknya terus dipelihara sebagai modal sosial untuk mewujudkan Kabupaten Sumenep yang semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Orang nomor dua di Pemkab Sumenep ini juga berharap perayaan Idulfitri tahun ini mampu menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah keberagaman masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, serta saling menghormati.

“Semoga gema takbir yang berkumandang malam ini membawa keberkahan bagi masyarakat Sumenep dan menginspirasi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, kedamaian, dan semangat kebersamaan,” tuturnya. (har)


Baca Lainnya