JEJAK.CO – RSUD dr. H. Moh. Anwar memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) dan pembangunan gedung penunjang.
Tahun ini, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini mendapat kucuran DBHCHT senilai Rp4,9 miliar.
Direktur RSUD, dr. Erliyati, menyebut DBHCHT menjadi dorongan penting dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan yang selama ini terus digenjot. Pihaknya merasa sangat terbantu memperkuat kualitas layanan kesehatan dengan suntikan dana tersebut.
“DBHCHT tahun 2025 sebesar Rp4,9 miliar dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan dan pembangunan gedung,” katanya, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, realisasi fisik pengadaan alat kesehatan sudah mencapai 100 persen. Sementara progres pembangunan gedung masih berjalan sekitar 35 persen dan menunggu realisasi tahap berikutnya. Anggaran itu digunakan untuk pengadaan kursi pelayanan kemoterapi serta pembangunan gedung layanan KJSI dan KIA.
Erliyati menegaskan dana cukai itu memberikan dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat, terutama dalam memperluas akses dan kenyamanan pasien. “DBHCHT sangat membantu peningkatan layanan kepada masyarakat. Ini salah satu bentuk komitmen kami agar layanan selalu berkembang,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyebut alokasi DBHCHT pada tahun depan kemungkinan mengalami penurunan. “Untuk tahun 2026, kemungkinan kami hanya mendapatkan sekitar Rp1,2 miliar. Namun kami tetap berterima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan,” imbuhnya.
Ia berharap seluruh penggunaan anggaran dapat terealisasi optimal dan tepat sasaran, sehingga investasi layanan kesehatan terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep. (har/dan)











