Pesan Bupati Baddrut Tamam Tentang Syukur – Jejak

logo

Pesan Bupati Baddrut Tamam Tentang Syukur

Jumat, 30 April 2021 - 20:31 WIB

3 tahun yang lalu

Bupati Baddrut Tamam dalam acara silaturrahmi dengan keluarga besar Muhammadiyah dan santunan anak yatim di masjid Hikmah Jalan Nugroho, Kamis (29/4/2021) malam (Foto : Ist.)

PAMEKASAN, Jejak.co – Di tengah bulan Ramadan, Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam berpesan agar masyarakat meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. atas segala nikmat yang telah diberikan.

Nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada umat-Nya tak terhingga, sehingga bisa menjalani hidup dengan nyaman dan lancar. Untuk membalas nikmat yang tidak bisa dihitung tersebut, umat Islam seyogyanya bersyukur.

“Misalnya datang ke majelis ini sebagai wujud syukur kita atas nikmat sehat dan sempat, insya Allah nikmat kita akan ditambah oleh Allah. Sebaliknya jika kita tidak bersyukur atas nikmat ini, janji Allah Inna adzabi la syadid,” pesannya saat memberikan sambutan dalam acara silaturrahmi dengan keluarga besar Muhammadiyah dan santunan anak yatim di masjid Hikmah Jalan Nugroho, Kamis (29/4/2021) malam.

Menurutnya, bersyukur akan berdampak luar biasa terhadap kehidupan sehari-hari, yakni akan mengubah tindakan seseorang kepada hal yang yang positif, seperti sabar, ikhlas dan karakter terpuji lainnya.

“Orang yang bersyukur dan tidak bisa bersyukur itu sebenarnya bisa dilihat dalam kehidupan kesehariannya. Orang yang sering marah-marah kepada tetangganya berarti kurang bersyukur, orang yang sering mengumpat, mencaci dan berkata kotor, itu indikasi kurang bersyukur,” tandasnya.

Orang yang bersyukur, lanjut dia, akan memberlakukan dirinya dan lingkungannya dengan cinta kasih, tidak akan memarahi dan menyalahkan orang lain dan membenarkan dirinya sendiri.

Mas Tamam begitu ia disapa kemudian bercerita tentang peristiwa yang menimpa dirinya ketika dimarahi oleh seseorang dalam sebuah acara pernikahan. Kejadian itu menuntut dirinya sabar dan bersyukur atas peristiwa tersebut. Sebab, apabila merespon marah atas fenomena itu, tentu implementasi syukur akan dipertanyakan.

Politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mencontohkan Nabi Muhammad SAW. yang selalu diludahi oleh orang Yahudi ketika hendak berangkat ke masjid. Saat itu Nabi tidak membalas dengan tindakan kasar, namun justru nabi Muhammad menjadi orang yang menjenguk pertama ketika orang yang meludahi tersebut jatuh sakit.

“Artinya, kita sebagai hamba Allah dan umat Nabi Muhammad yang diberi nikmat oleh Allah menjadikan agama Islam sebagai bagian dari ideologi yang kita wajib perjuangkan dan risalahkan kepada orang lain harus bisa melaksanakannya,”ujarnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa akhlak terpuji itu harus menjadi tindakan nyata dalam menjalani hidup.

Penulis : Fahrurrosyi
Editor : Ahmad Ainol Horr


Baca Lainnya