Bupati Jepara Pimpin Tradisi Larung Kepala Kerbau ke Tengah Laut, Diikuti Ratusan Perahu – Jejak

logo

Bupati Jepara Pimpin Tradisi Larung Kepala Kerbau ke Tengah Laut, Diikuti Ratusan Perahu

Senin, 9 Mei 2022 - 23:19 WIB

2 tahun yang lalu

Prosesi pelarungan di tengah laut (Foto: Diskominfo Jepara)

JEJAK.CO, Jepara – Bupati Jepara Dian Kristiandi pimpin tradisi larung kepala kerbau atau pesta Lomban ke tengah laut. Dalam kesempatan ini diikuti perahu nelayan.

Pesta Larung yang digelar Senin (9/5/2022) pagi, juga diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkopinda) Jepara dan para pejabat terkait.

Pesta Lomban atau larung kepala kerbau dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu menuju lokasi pelarungan sejauh sekitar 20 mil, tepatnya sebelah timur Pulau Panjang.

Pesta Lomban tahun ini digelar secar terbuka dan diikuti ratusan perahu nelayan dan ribuan warga. Berbeda dari dua tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19. Warga sangat antusias karena bisa menyaksikan langsung.

Larung kepala kerbau dilakukan kapal pengangkut sesaji yang berisi kepala kerbau, ingkung, jajanan pasar, serta kupat dan lepet, berhasil menjauh dari perahu dan kapal yang ingin memperebutkan sesaji

Setelah sesaji diceburkan ke laut, sejumlah nelayan nekat menceburkan diri untuk memperebutkan sesaji di tengah laut.

Ratusan nelayan yang mengikuti pesta Lomban atau larung kepala kerbau (Foto: Diskominfo Jepara)

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, perahu yang mengiringi larung kepala kerbau ke tengah laut lebih dari 109. Selain itu, juga terdapat sejumlah perahu dari daerah lain yang ikut pesta Lomban tersebut.

“Kami bersyukur hingga acara tradisi larung kepala kerbau selesai dan kami kembali ke daratan, berlangsung lancar dan tidak ada permasalahan di lapangan,” kata Mas Andi, sapaan akrab Bupati Jepara.

Mas Andi menambahkan, perayaan larung kepala kerbau tahun ini patut disyukuri karena bisa digelar secara meriah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Berbeda dari tradisi Lomban yang dilaksanakan tahun sebelumnya, masyarakat tidak bisa mengikuti karena dilanda pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan tradisi peninggalan leluhur nenek sebagai ungkapan syukur atas hasil tangkapan nelayan selama setahun,” jelas Mas Andi.

Tangkapan ikan dua tahun sebelumnya menurun 30 persen. Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara Sudiyatno.

Ia berharap, dengan perayaan larung, hasil tangkapan melimpah, lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Semoga Allah Swt mengabulkan permohonan para nelayan Jepara. Para nelayan diberikan keselamatan saat mencari ikan di laut,” ujar Mas Andi.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya